Mengenal Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno, Awalnya Cari Rumput, Berhasil Menembus Dunia Statistik

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:00 WIB
Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno. (DOKUMENTASI PRIBADI)
Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno. (DOKUMENTASI PRIBADI)

RADAR JOGJA - Sepulang sekolah, Joko Prayitno kecil tak langsung bermain. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Mencari rumput untuk ternak dan mengambil air menjadi bagian dari kesehariannya di Putuk, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin, Gunungkidul.

Kini, puluhan tahun berlalu. Pria kelahiran 7 Agustus 1974 itu dipercaya menjadi kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja. Jalan panjang tersebut ditempuh Joko dari keluarga sederhana dengan orang tua yang bekerja sebagai petani sekaligus pedagang sapi.

"Dulu sepulang sekolah tugas saya selain belajar ya bantu orang tua nyari rumput buat ternak dan mengambil air, karena waktu itu belum punya sumur sendiri," cerita Joko kepada Radar Jogja Jumat (4/9).

Baca Juga: Dinpar Bantul Dongkrak Kunjungan Wisatawan Pantai Tanggul Tirto lewat Pameran Fotografi

Kehidupan sederhana juga mewarnai perjalanan pendidikan Joko. Ia menghabiskan masa sekolah di wilayah Semin, mulai dari SDN Payaman 1, SMPN 1 Semin, hingga SMAN Semin.

Joko sebenarnya sempat ingin bersekolah di salah satu SMA favorit di wilayah perkotaan Gunungkidul. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuat keinginan tersebut urung diwujudkan. Ia kemudian memilih sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan rumah.

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi tetap kuat. Kesempatan itu datang dari guru matematikanya saat SMA. Joko disarankan mencoba sekolah kedinasan yang tidak membebankan biaya pendidikan.

Baca Juga: Tak Kunjung Pulang, Penjaring Ikan Hilang di Pantai Entak Kebumen

Joko pun memberanikan diri mendaftar Akademi Ilmu Statistik (AIS), yang kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). "Saya nekat mendaftar dan alhamdulillah diterima. Zaman itu prinsip saya cuma satu, orang miskin cari sekolah gratis," ungkapnya.

Lulus dari AIS pada akhir 1995, Joko langsung diangkat sebagai CPNS dan ditempatkan di BPS DIJ. Bekerja sebagai abdi negara tidak membuat semangat belajarnya berhenti.

Ia kemudian memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan S1 Jurusan Statistik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pendidikan Joko berlanjut ke jenjang magister. Melalui beasiswa Pusbindiklatren Bappenas, ia menyelesaikan S2 Magister Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 2004.

 

Kariernya di BPS membawa Joko bertugas di sejumlah daerah. Ia pernah ditempatkan di BPS Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman.

Pada 2020, Joko mendapat amanah sebagai kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi Riau. Hampir empat tahun berada di Riau, ia turut mengawal pelaksanaan Sensus Pertanian.

Tahun 2023, Joko kembali ke tanah kelahirannya. Ia dipercaya memimpin BPS Kabupaten Gunungkidul hingga 2025. Setelah itu, tugas baru menantinya sebagai kepala BPS Kota Jogja.

Baca Juga: Di Forum CALD, Andi Widjajanto Ungkap Approval Rating Prabowo Anjlok hingga 28 Persen

Perjalanan hidup tersebut membuat Joko tidak melupakan kesederhanaan yang membesarkannya. Bagi dia, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru, kondisi tersebut menjadi dorongan untuk terus belajar dan mencari kesempatan.

Joko meyakini setiap orang memiliki peluang selama mau berusaha dan bersungguh-sungguh. Baginya, pendidikan adalah salah satu jalan untuk mengubah masa depan.

"Prinsip saya, kalau anak sekolah ya tugas utamanya belajar. Peluang itu pasti selalu ada kalau kita mau berikhtiar dan bersungguh-sungguh," pesan Joko. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja kepala bps kota jogja bps statistik joko prayitno