SELAMA 28 tahun tiga bulan, Mikael Mitang Kasi mengabdi sebagai PNS. Selama itu pula dia bertugas mengabadikan aktivitas empat wali kota beserta wakil dan empat penjabat wali Kota Jogja dalam bentuk foto. Enam belas karya terbaiknya ditampilkan dalam pameran foto tunggal "Mikael Mitang Kasi, Karyamu Abadi" di Mal Pelayanan Publik Jogja.
Sebuah foto dengan gambar ribuan pesepeda di Jalan KHA Dahlan menuju Titik Nol Kilometer Jogja jadi satu di antara 16 foto karya pria yang akrab disapa Bang Mike itu. Terlihat berbeda di antara lainnya. Karena foto saat peringatan 60 tahun Serangan Umum 1 Maret 1949 pada 1 Maret 2009 diisi dengan 'Serangan Sepeda.'
Baca Juga: Pemkot Jogja Bakal Bersamai JLFR Bulan Ini, Buka Kemungkinan Gowes Bareng dengan Pesepeda
Saat Kota Jogja di bawah kepemimpinan Wali Kota Herry Zudianto (HZ) baru meluncurkan gerakan Segosegawe, akronim dari sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe. Bang Mike memiliki tugas mengabadikan ribuan pesepeda tersebut. Dia harus memotret dari ketinggian supaya bisa mengambil ribuan pesepeda masuk Kota Jogja.
Pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur itu harus naik crane mobil pemadam kebakaran untuk memotretnya. Celakanya, Bang Mike mengaku dia akrofibia atau takut ketinggian. "Jadinya saya motret sambil kaki gemetar dan pipis di celana," ujarnya sambil tertawa.
Hasilnya pun tak mengecewakan. Karena foto itu pun menjadi juara dua nasional dalam sebuah lomba fotografi. Dedikasi Bang Mike dalam mendapatkan foto terbaik pun diakui oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja Tri Hastono.
Baca Juga: Klasemen Grup A ASEAN Championship 2026: Indonesia Naik ke Puncak Usai Bungkam Timor Leste
Saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran, dia mengenang Bang Mike yang pernah sampai ditendang oleh pasukan pengamanan presiden (Paspampres) saat peresmian Taman Pintar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. "Ya itulah komitemen dan dedikasi Bang Mike demi mendapatkan gambar terbaik, meski risikonya ditendang Paspampres," kata Kelik, sapaannya, disambut tawa hadirin.
Dedikasi pada pekerjaan itu tak datang begitu saja. Bang Mike muda pernah dimarahi oleh Gubernur DIJ saat itu, Paku Alam VIII. Dia dimarahi PA VIII di depan 5.000 orang. Tapi hal itu yang justru memotivasinya. "Orang lain mungkin tertekan, tapi saya justru termotivasi. Saya belajar menjalankan tugas harus penuh dedikasi dan kecintaan,” jelasnya.
Bang Mike yang kelahiran 13 Juli 1968 itu mengaku, sejak kali pertama menjadi PNS pada 1998 silam tak pernah berpindah-pindah. Dimulai dari Humas dan Informasi, dan mengakhiri masa baktinya di Diskominfosan Kota Jogja.
Awal menjadi PNS pun karena krisis ekonomi pada 1997-1998 silam. Bang Mike yang saat itu bekerja di perhotelan, termasuk yang terdampak. "Saat baca koran ada lowongan PNS, saya coba daftar dan keterima. Penugasan pertama langsung di Kota Jogja sampai pensiun," ungkapnya.
Kemampuan Bang Mike dalam fotografi pun diakuinya belajar secara otodidak. Baru setahun kemudian ada pelatihan dari Departemen Penerangan (Deppen) saat itu.
Suami dari Rr Sri Asni itu juga menjadi saksi peralihan kamera dari analog menjadi digital. Dia pernah mengalami memilih dan mencuci film di kamar gelap. "Kalau ditanya enak mana, ya lebih enak kamera digital," kata Bang Mike yang tinggal di kawasan Tamansari, Kraton itu.
Selama 28 tahun dia pernah memotret berbagai aktivitas wali kota. Mulai dari R. Widagdo, Herry Zudianto, Haryadi Suyuti, dan saat ini Hasto Wardoyo. Juga empat penjabat wali kota yang berasal dari Pemprov DIJ. Menurut dia, semua wali kota memiliki kesamaan suka foto candid. Karena menampilkan kesan natural.
Tapi dari kesemuanya, ayah dari dua orang puteri dan seorang putera itu mengenang Haryadi Suyuti (HS) yang selalu minta dirinya yang memotret. Untuk semua agenda dinas hingga foto keluarga, HS hanya ingin difoto oleh Bang Mike.
Baca Juga: Jamasan Pusaka Wijaya Mukti Milik Pemkot Jogja, Pengingat Kejayaan Harus Diraih dari Kerja Keras
"Sebenarnya Pak HZ juga sama. Tapi Pak HS kalau bukan saya yang motret enggak mau, kalau hari ini padat, fotonya sampai ditunda besoknya," kenang Bang Mike.
Salah satu karya terakhir Bang Mike sebagai abdi negara adalah memotret candid Wakil Wali Kota Wawan Harmawan saat memakai surjan dan memimpin jamasan pusaka pemkot. Karyanya pun ditandatangani langsung oleh Wawan. "Beliau mengakhiri tugas di pemkot dengan pameran karya yang luar biasa,” kata Wawan. (pra/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja