Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rini Indriani, Pemilik SMC Group Bermodal Rp 5 Juta Kini Punya Lima Lini Bisnis

Anom Bagaskoro • Minggu, 1 September 2024 | 15:05 WIB
INSPIRATIF: Rini Indriani saat berbincang dengan Radar Jogja mengenai perjalanan mengembangkan bisnis miliknya.
INSPIRATIF: Rini Indriani saat berbincang dengan Radar Jogja mengenai perjalanan mengembangkan bisnis miliknya.

RADAR JOGJA - Sosok Rini Indriani kini menjadi perbincangan di masyarakat DIJ. Khususnya di Kulon Progo. Itu karena namanya tercatat sebagai calon wakil bupati Kulon Progo mendampingi calon bupati Kulon Progo Novida Kartika Hadi di Pilkada 2024.
Sebelumnya sosok Rini ramai jadi perbincanan di media sosial, karena balihonya bertebaran di jalanan dengan tagline mantan ketua OSIS. Namun di balik kemunculannya, ada kisah inspiratif Rini dalam mengembangkan bisnisnya. Perempuan yang lahir di Bandung 25 September 1975 silam ini mengisahkan perjalanan bisnisnya.


Bermodal uang Rp 5 Juta, kini Rini berhasil melebarkan sayap bisnisnya menjadi lima lini bisnis berbeda. Padahal sosoknya bukanlah anak konglomerat maupun darah biru yang memiliki akses. Ataupun didikan pengusaha. Ayahnya seorang anggota TNI dan ibunya, ibu rumah tangga.”Jadi sama sekali tidak ada riwayat keluarga pebisnis," ucap Rini, saat ditemui Radar Jogja di salah satu hotel miliknya, Jumat (30/8).


Rini tumbuh di keluarga yang selalu berpindah-pindah tempat mengikuti ketugasan ayahnya. Setelah itu, kedua orangtuanya memutuskan menetap di kampung halamannya yaitu, di Kulon Progo. Di situlah Rini mulai tumbuh dewasa hingga berkuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) di 1994. Dia baru bisa lulus dari kampus itu pada 2000. Relatif lama, lantaran dia mulai menghidupi diri sendiri dengan berbagai pekerjaan sambilan.


Pada 1997, Rini memutuskan untuk cuti kuliah dan merantau di Jakarta. Saat itu, dia merasakan beratnya bekerja dengan gaji cukup kecil. Bahkan sempat mendapat pengalaman pahit karena tak bisa hidup layak seperti saat bersama keluarga di kampung halaman.
Dari pekerjaan sambilan itulah, yang menumbuhkan jiwa bisnisnya. Namun, usai lulus kuliah dia tak langsung membuat bisnis. Rini memilih bekerja di industri telekomunikasi pada penyediaan BTS. Melalui pekerjaan ini, banyak pengalaman bisnis yang dia dapatkan. Hingga memutuskan membuka bisnis perdananya di 2009. "Modal Rp 5 Juta untuk sewa ruangan ukuran 2x4 meter," ucapnya.


Modal itu digunakannya untuk membuat usaha biro perjalanan di Jakarta. Saat itu, usaha tersebut terlintas karena melihat iklan penawaran koran mengenai penjualan franchise biro perjalan tour travel. Minatnya untuk membangun usaha jasa terjadi karena memahami apa yang bisa dilakukannya dan tidak bisa dilakukannya. Saat itu, Rini menilai usaha tersebut dapat dijalankan. Terlebih usaha jasa tidak memakan banyak modal.


Melalui jaringan yang didapat saat bekerja di bidang telekomunikasi, Rini berhasil mendapatkan pelanggan usahanya. Bahkan tak kurang dari lima tahun, usaha biro perjalanan tumbuh pesat. Melihat potensi usahanya terus berkembang, dia memutuskan untuk mendirikan perusahaannya.
Selain mendirikan perusahaan biro perjalanan, Rini juga mencicipi lini bisnis lainnya. Saat ini, dia telah memiliki lima perusahaan yang digabungkan dalam SMC Group. Grup bisnia ini memiliki keahlian bisnis di berbagai sektor, seperti biro perjalanan, kontraktor, event organizer, retail, dan perhotelan.
Namun di balik kisah suksesnya dalam mengelola bisnis, Rini mengakui sempat beberapa kali terpaksa menjual perusahaannya. Lantaran, mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kecocokan dengan pemegang saham lainnya dan kemampuan dalam memahami lini bisnis. "Dalam memulai bisnis, yang penting itu jalani dulu, tetapi jangan jor-joran," ujarnya.


Ibu dari seorang anak ini menyampaikan, dalam memulai bisnis perlu eksekusi yang jelas. Tak hanya berfikir di angan-angan hingga berujung tak terealisasi. Dalam mengawali bisnis perlu perhitungan yang tepat dalam perencanaan, serta tak jor-joran dalam memberikan modal.
Selain itu, dalam memulai bisnis dibutuhkan passion serta pengetahuan mengenai sektor usaha yang akan dijalani. Tujuannya agar saat bisnis berjalan dan menemui kendala, dapat menemukan segera solusinya. "Yang paling utama itu doa, karena setiap orang sukses pasti religius," tegasnya.


Rini menyampaikan, jangan menyepelekan sebuah doa dan ibadah. Baginya kesuksesan dapat menghampiri seseorang yang memiliki kedekatan dengan Tuhannya. Selain itu, dalam berbisnis dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Kesuksesannya tak lepas dari dukungan dari suami dan keluarga.
Ketertarikannya untuk ikut dalam kontestasi Pilkada 2024 ini diniati membantu dan memberikan kontribusi untuk kemajuan Kabupaten Kulon Progo. (gas/din)

Editor : Satria Pradika
#pilkada 2024 #Cawabub #Kulon Progo #Success Story #Rini Indriani