Gus Muwafiq Ngerock di Grebeg Minggir 2026 Usai Pimpin Doa Kerukunan dan Kemakmuran Bangsa

Heru Pratomo • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 06:27 WIB
Saat Gus Muwafiq Siap Ngerock di Grebeg Minggir 2026 Usai Pimpin Doa Kemakmuran Bangsa
Saat Gus Muwafiq Siap Ngerock di Grebeg Minggir 2026 Usai Pimpin Doa Kemakmuran Bangsa

 
SLEMAN - Pondok Pesantren Minggir di bawah pengasuhan KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq kembali menggelar perhelatan tahunan Grebeg Minggir 2026, Sabtu-Minggu (5-6/9/2026).


Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut memadukan nilai keagamaan, kebudayaan, dan seni sebagai ruang silaturahmi bagi masyarakat.
Puncak kegiatan pada Sabtu (5/9/2026) diisi dengan prosesi grebeg dan Pengajian Kebangsaan bersama Gus Muwafiq.

 Suasana religius dan budaya semakin terasa dengan lantunan musik hadroh Kubah Ireng.
Dalam pengajian tersebut, Gus Muwafiq mengajak masyarakat membangun kerukunan dan kebersamaan di tengah berbagai situasi yang terjadi di Indonesia, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan.

Baca Juga: Update Terbaru Gunung Merapi, Luncuran Lava 2.000 Meter, Status Tetap SIAGA Level III


Menurut Gus Muwafiq, kondisi kebangsaan saat ini sebenarnya masih terkendali. Namun, kerukunan dan kebersamaan tetap perlu terus dibangun agar masyarakat dapat menghadapi berbagai situasi secara bersama-sama.


"Melalui pengajian kebangsaan ini kita jadikan sarana untuk membangun kerukunan dan kebersamaan, pasar bergerak, roda ekonomi berputar, doa bersama yang terbaik untuk bangsa," ujar Gus Muwafiq.


Ia berharap Indonesia menjadi bangsa yang rukun dan hidup dalam kemakmuran. Harapan tersebut juga disampaikan melalui doa bersama dalam rangkaian Pengajian Kebangsaan.

Baca Juga: Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes Mundur dari Jabatannya, Pindah ke Arab Saudi?


"Ya, bangsanya rukun, gemah ripah loh jinawi, makanya banyak makanan di depan situ," kata Gus Muwafiq.


Ungkapan tersebut merujuk pada rangkaian grebeg yang akan ditutup dengan Grebeg Buah dan Sayuran. Berbagai buah dan sayuran nantinya diperebutkan oleh warga yang hadir.


Gus Muwafiq berharap simbol tersebut menjadi bagian dari doa agar masyarakat senantiasa memperoleh kecukupan pangan dan kemakmuran.

Baca Juga: Kevin Diks Main Penuh, Borussia Monchengladbach Takluk Dramatis


"Semoga doa kita itu penuh berlimpah makanan, tidak menjadi sesuatu yang bermasalah makanan diri kita," ujarnya.
Pengajian Kebangsaan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Wakapolda DIY, serta Sekda Sleman.


Selain pengajian, di hari kedua Grebeg Minggir 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan musik. Sejumlah musisi dan legenda rock Indonesia dijadwalkan tampil, di antaranya Arul Efansah, Roy Jeconiah, Heydi Ibrahim, Totok Tewel, Ipunk Power Metal, Rere Grassrock, Abahe Rocklaw, The Shadow, Afterskema, Raymond Ariasz, Endro Endraswara, Tono Shadow, Aries Ceplus, Erwin Mohay, dan Rere Boy serta Vernando.


Gus Muwafiq juga dijadwalkan tampil membawakan tiga lagu rock dari Grass Rock, Power Slaves, dan Power Metal. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turut dijadwalkan tampil bernyanyi.

Baca Juga: Resmikan Sekolah Kopi Nusantara, Menteri PPN Tekankan Peran Penting Generasi Muda


Perpaduan pengajian, tradisi grebeg, dan pertunjukan musik tersebut menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Minggir menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.


Melalui Grebeg Minggir 2026, lingkungan pesantren ditampilkan tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat melalui seni, budaya, silaturahmi, dan semangat kerukunan.

Editor : Heru Pratomo
grebeg minggir roy jeconiah grass rock gus muwafiq sekda sleman