Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sleman Masih Kekurangan 13.320 Ekor Sapi dan Domba untuk Kurban, Hanya Kambing yang Surplus 

Delima Purnamasari • Selasa, 5 Mei 2026 | 20:30 WIB
STOK AMAN: Ketersediaan kambing di Kabupaten Sleman cukup uuntuk memenuhi kebutuhan kurban. Hanya saja, hal ini tidak berlaku untuk sapi dan domba. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
STOK AMAN: Ketersediaan kambing di Kabupaten Sleman cukup uuntuk memenuhi kebutuhan kurban. Hanya saja, hal ini tidak berlaku untuk sapi dan domba. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Ketersediaan hewan untuk kurban di Kabupaten Sleman masih belum mencukupi. Jumlah ternak sapi ada 3.854 ekor, sementara kebutuhannya mencapai 9.235 ekor sehingga masih kekurangan stok 5.381. Begitu juga dengan domba yang hanya 7.811 ekor, sementara kebutuhannya 15.750 sehingga masih kurang 7.939 ekor. Ternak yang surplus hanya kambing dengan 4.002 ekor dan ketersediaannya 3.050 ekor sehingga ada kelebihan 952 ekor. 

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, dengan kondisi ini memang perlu mendatangkan hewan ternak dari luar wilayah. Umumnya nanti mereka masuk lewat pasar tiban yang dibuat dadakan mendekati Idul Adha. Dia memperkirakan akan ada sekitar 300 titik pasar tiban di Bumi Sembada. 

Baca Juga: Transformasi PTN-BLU Dongkrak Pendapatan hingga Rp 233,28 Miliar, Bidik Kemandirian Finansial 85 Persen dalam 2-3 Tahun

"Tentu kami akan muter untuk meninjau keberadaan pasar tiban ini sekaligus memantau kesehatannya," katanya ditemui dalam peninjauan Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Selasa (5/5). 

Ternak kambing atau domba, umumnya dapat tambahan dari Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten. Sementara sapi didatangkan dari Gunungkidul, Kulon Progo, Magelang, dan Klaten. Jelang pelaksanaan Idul Adha 2026, situasi di pasar hewan Ambarketawang sudah mengalami kenaikan ternak yang masuk sekitar sepuluh persen. 

Baca Juga: Suasana Latihan Menyenangkan, PSS Sleman Fokus Pemulihan jelang Final

Disinggung soal kesehatan hewan, Rofiq menyebut, kasus antraks masih diwaspadai khususnya bagi ternak asal Gunungkidul. DP3 sendiri terus melakukan vaksinasi pada bulan ini. Sementara untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah menurun jauh dengan satu sampai dua kejadian tiap bulannya. 

"Truk yang masuk ke pasar hewan itu akan disemprot. Ternak yang masuk juga wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan. Ini sebagai langkah antisipasi," katanya. 

Baca Juga: PSIM Jogja Sudah Aman dari Degradasi, Van Gastel Pilih Bertahan: Negosiasi Kontrak Hampir Rampung

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang turut serta dalam tinjauan menyebut, kisaran kenaikan harga untuk kambing dan domba antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juga per ekor. Sementara sapi ada kenaikan harga sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Dia yakin peningkatan ini tidak akan membebani masyarakat. 

 

"Imbauan pemerintah untuk membagi daging dengan besek dalam rangka mengurangi plastik dan upaya cinta lingkungan," pesannya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pasar Tiban #kurban #idul adha #hewan #Kabupaten Sleman