YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi), teramati 10 kali guguran lava meluncur ke arah Barat Daya pada periode pengamatan Senin, 19 Januari 2026.
Guguran Lava Capai 1.800 Meter
Dalam laporan magma-VAR yang disusun oleh Alzwar Nurmanaji dan Tri Mujiyanta, guguran lava tersebut mengarah ke sektor Barat Daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.
"Teramati guguran lava sebanyak 10 kali ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter," tulis laporan resmi PVMBG tersebut.
Kondisi Meteorologi dan Visual
Secara visual, puncak Gunung Merapi sering tertutup kabut 0-I hingga 0-III, sehingga asap kawah tidak teramati dengan jelas. Kondisi cuaca di sekitar puncak dilaporkan mendung hingga hujan dengan curah hujan mencapai 38 mm per hari. Suhu udara berada pada rentang 18.1-26.6 °C dengan kelembaban udara yang cukup tinggi hingga 99%.
Data Kegempaan Menunjukkan Suplai Magma Aktif
Aktivitas kegempaan Merapi didominasi oleh gempa guguran dan fase banyak (hybrid), yang menandakan suplai magma dari dalam masih berlangsung:
Gempa Guguran: 98 kali (Amplitudo 2-35 mm)
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 75 kali (Amplitudo 2-28 mm)
Tektonik Jauh: 3 kali
Radius Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi berada di Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi teknis guna menghindari risiko bencana:
1. Sektor Selatan-Barat Daya: Alur Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
2. Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
3. Lontaran Material: Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
4. Waspada Lahar Dingin: Mengingat curah hujan yang cukup tinggi (38 mm/hari), masyarakat diminta waspada terhadap potensi bahaya lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Sumber Data: MAGMA Indonesia, PVMBG, Badan Geologi KESDM.
Apa status Gunung Merapi saat ini? Status Gunung Merapi saat ini adalah Level III atau Siaga.
Berapa jarak luncur guguran lava Merapi hari ini? Jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter ke arah Barat Daya (Kali Bebeng/Krasak).
Daerah mana saja yang masuk radius bahaya Merapi? Radius bahaya mencakup hingga 7 km pada sektor Barat Daya dan 5 km pada sektor Tenggara. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin