SLEMAN – Gunung Merapi (2968 mdpl) yang berlokasi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) kembali menunjukkan aktivitas yang signifikan. Berdasarkan laporan aktivitas gunungapi (MAGMA-VAR) dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan 14 Desember 2025, status Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga).
Laporan yang disusun oleh Tri Mujiyanta tersebut mencatat, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa guguran dan gempa Hybrid/Fase Banyak, mengindikasikan suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung.
Rincian Aktivitas 24 Jam Terakhir (14 Desember 2025):
Kegempaan Guguran: Terjadi sebanyak 87 kali dengan amplitudo 2-30 mm.
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat sebanyak 67 kali, menunjukkan adanya pergerakan fluida di dalam tubuh gunung.
Guguran Lava: Teramati 2 kali guguran lava pijar. Jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 km), mengarah ke sektor Barat Daya (tercatat di Sungai Sat/Putih dan Sungai Bebeng).
Kondisi Visual: Gunung terpantau kabut 0-III (tertutup), dan asap kawah tidak teramati.
Meteorologi: Cuaca mendung dan berawan dengan volume curah hujan 18 mm per hari.
Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG
Meskipun aktivitas visual berupa asap kawah tidak teramati, suplai magma yang berkelanjutan menjadi perhatian utama. BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat yang berada di sekitar Merapi.
1. Potensi Bahaya Utama (Guguran Lava dan Awan Panas Guguran/APG):
Sektor Selatan-Barat Daya (Maksimal 7 km): Meliputi Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km), serta Sungai Boyong (maksimal 5 km).
Sektor Tenggara (Maksimal 5 km): Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Material Vulkanik Eksplosif: Lontaran material dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi.
2. Imbauan bagi Masyarakat:
Dilarang Melakukan Aktivitas: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditentukan.
Waspada Lahar: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin dan Awan Panas Guguran (APG), terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar Gunung Merapi.
Antisipasi Abu Vulkanik: Masyarakat diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Baca Juga: Innalillahi...Pemancing yang Hanyut di Sungai Boyong Ditemukan Tewas di Kedalaman Tiga Meter
BPPTKG akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi dan akan meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin