SLEMAN - Petani tembakau Kabupaten Sleman mengeluhkan perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini menyebabkan kualitas tembakau yang dihasilkan menurun dan harga tidak stabil.
Ketua II Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sleman Ari Mulyanto menjelaskan, harga dari pabrik sebenarnya tetap sesuai dengan standar. Namun, memang kualitas tembakau yang dihasilkan kurang bagus sehingga dihargai rendah. Misal, dari Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu saja, bahkan bisa jadi hanya sepertiganya. Editor : Sevtia Eka Novarita