Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Laboratorium dan Motor Penggerak, PLUT Kabupaten Sleman Dorong UMKM Naik Kelas

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 14 November 2025 | 00:18 WIB
MENTOR UMKM: Konsultan PLUT memberikan pengarahan kepada pelaku UMKM yang berkonsultasi di kantor PLUT KUMKM beberapa waktu lalu.
MENTOR UMKM: Konsultan PLUT memberikan pengarahan kepada pelaku UMKM yang berkonsultasi di kantor PLUT KUMKM beberapa waktu lalu.

RADAR JOGJA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku UKM melalui berbagai program dan kegiatan.

Salah satu upaya tersebut adalah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku UKM melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM).

Yang berperan sebagai pusat pemberdayaan sekaligus motor penggerak UMKM di Kabupaten Sleman.

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Layanan dan Pembiayaan PLUT Dinkop UKM Kabupaten Sleman Werdiningsih mengatakan, PLUT KUMKM Sleman berada di bawah Bidang Usaha Mikro. Beroperasi sejak tahun 2017.

Pada awal berdirinya, PLUT KUMKM Sleman menginisiasi layanan pojok konsultasi bagi para pelaku UMKM.

Layanan tersebut dijalankan dengan melibatkan konsultan profesional dari pemerintah provinsi.

"Awalnya kami belum punya konsultan. Jadi kami meminjam dari provinsi karena waktu itu mereka sudah punya PLUT lebih dulu. Kalau teman-teman UMKM mau konsultasi harus ke kota, jadi jauh. Dengan begitu, kami pinjam konsultan agar mereka bisa konsultasi lebih dekat," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/11/2025).

Werdiningsih menjelaskan, keberadaan PLUT menjadi salah satu bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat.

Khususnya bagi pelaku UMKM agar bisa berkonsultasi terkait berbagai permasalahan usaha.

"Kalau dinas kesehatan punya puskesmas, kami di Dinkop UMKM Sleman punya PLUT. Jadi ini untuk memfasilitasi masyarakat, khususnya pelaku usaha. Kalau puskesmas memeriksa kesehatan tubuh, maka kami memeriksa kesehatan usaha," ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh layanan yang diberikan para konsultan PLUT kepada pelaku usaha tidak dikenakan biaya sepeser pun.

Baca Juga: Ini Penyebab Petani Kulon Progo Buang Hasil Panen Meski Produktivitas Tinggi!

Pemilik usaha dapat mengakses layanan konsultasi secara gratis.

"Kalau ada masalah kesehatan usaha, bisa datang ke sini. Baik terkait SDM, perizinan, kelembagaan, produksi, maupun pemasaran. Nanti akan kami bantu urai, di mana masalahnya dan bagaimana solusinya," katanya.

Untuk memudahkan akses layanan, pihaknya juga langsung mendatangi para pelaku usaha melalui program Kopi Mantap (Konsultasi Offline Maupun Online Masih Seputar Bisnis).

Program Kopi Mantap pertama kali diinisiasi pada masa pandemi Covid-19 dan terus dipertahankan hingga saat ini.

Dengan layanan ini, pelaku UMKM dapat memperoleh konsultasi secara lebih mudah dan dekat.

Salah satu konsultan PLUT Dinas Koperasi dan UMKM Sleman Edy Santoso menambahkan, selain Kopi Mantap, terdapat sejumlah program lain yang dijalankan untuk memberikan layanan kepada UMKM.

Di antaranya adalah program Konyeni (Konsultasi Senin Pagi), Konrabi (Konsultasi Online Rabu Pagi), dan CLBK (Cek Lengkap Bisnis Kita).

"Ada juga Konhaji atau Konsultasi Online Jumat Pagi. Program-program itu muncul karena pada masa pandemi semua layanan harus dilakukan secara daring. Antusiasmenya waktu itu tinggi sekali. Kemudian, agar bisa menjangkau daerah pinggiran, kami buat program Kopi Mantap," tuturnya.

Selain memberikan konsultasi, para konsultan PLUT juga membantu secara langsung penyelesaian masalah usaha, seperti pembuatan sarana promosi daring dan lainnya.

Dara Ayu Suharto
Dara Ayu Suharto

Anggota DPRD Kabupaten Sleman Dara Ayu Suharto menilai, PLUT memiliki peran strategis.

Menurutnya, PLUT telah menjadi wadah penting bagi pelaku usaha untuk memperoleh berbagai layanan.

Mulai dari bimbingan teknis, konsultasi bisnis, hingga fasilitasi permodalan dan pemasaran.

"Tentu kami sangat mendukung. Layanan yang ada di sini bisa membantu UMKM naik kelas," katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dinas, dan pemangku kepentingan terkait agar dampak positifnya semakin meluas.

Dalam kesempatan itu, Dara Ayu turut menyoroti pentingnya inovasi yang terus dikembangkan oleh PLUT.

Salah satunya melalui digitalisasi layanan yang memungkinkan pelaku usaha di pelosok daerah mengakses informasi dan bimbingan tanpa harus datang ke kantor.

Ke depan, Dara Ayu berharap PLUT Sleman dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar.

"Kami akan terus mengawal dan mendukung penuh setiap program yang bertujuan untuk memajukan UMKM di Sleman, karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita," tambahnya. (*/zam)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#laboratorium #DPRD Kabupaten Sleman #UMKM Naik Kelas #KUMKM #Dara Ayu Suharto #PLUT Kabupaten Sleman #Dinkop UKM