Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perwakilan Kepala SPPG Temui Bupati Sleman Harda Kiswaya, Sebut Keracunan MBG Capai 393 Orang

Delima Purnamasari • Rabu, 24 September 2025 | 18:23 WIB

Audiensi perwakilan Kepala SPPG dengan Bupati Sleman
Audiensi perwakilan Kepala SPPG dengan Bupati Sleman
SLEMAN - Sebanyak 18 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan audiensi pada Bupati Sleman Harda Kiswaya, Selasa (23/9) malam.

Salah satu pokok bahasan dalam kegiatan di Kantor Bupati Sleman ini adalah mengenai komitmen pencegahan keracunan program makan bergizi gratis (MBG) secara berulang.

Kepala SPPG Gamping 4 Nogotirto Ahmad Makarim Paramudita menjelaskan, audiensi ini penting sebagai langkah sinkronisasi program MBG yang jadi prioritas pemerintah pusat. Agar nantinya bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuannya.

Terkait keracunan berulang yang terjadi, dia sebut telah menjadi bahan koordinasi utama dan atensi bersama. Dalam hal ini dia sebut telah dilakukan evaluasi mendalam di internal dapur maupun koordinasi lintas sektor.

"Termasuk dengan pemerintah jadi ke depannya bisa mendorong langkah preventif yang lebih baik," ujarnya ditemui usai audiensi.

Kepala SPPG 03 Margodadi Seyegan Muhammad Bogo Prasetyo yang turut hadir menyebut, keracunan MBG sejak program berjalan di Bumi Sembada mencapai 393 orang.

Terdiri dari SPPG Jogotirto sejumlah 137 orang, SPPG Mlati 157 orang, SPPG Cangkringan 38 orang, SPPG Sleman 1 sebanyak 31 orang, dan SPPG Sendangtirto 30 orang.

Walau demikian, ada perbedaan data untuk kejadian di Mlati. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman total yang terdampak ada empat sekolah mencapai 379 orang.

"SPPG di Sleman ada 62. Belum lagi yang baru mau running juga banyak," tambahnya.

Kepala SPPG Margomulyo Seyegan Joni Prasetyo yang turut hadir menegaskan, ada berbagai prosedur yang diterapkan di dapur. Utamanya adalah kualitas bahan baku yang harus baik.

Ketika nantinya bahan sudah datang harus dicuci dengan cairan tertentu untuk membersihkan ulat dan kotoran lain. Sementara untuk persiapan pemasakan dilakukan pukul 19.00 untuk memotong-motong bahan. Lalu pukul 01.00 atau pukul 02.00 mulai pengolahan sebagian bahan baku.

"Menu itu untuk sif pagi didistribusikan jam tujuh dan maksimal dimakan jam delapan atau jam sembilan," katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menghormati inisiatif koordinasi sebagian Kepala SPPG ini. Dia sebut hal semacam ini baru pertama kali dilakukan.

Dalam kesempatan ini dia berpesan agar Kepala SPPG bisa melakukan kontrol.

Termasuk melakukan pengawasan intensif pada bahan baku maupun dalam proses pengolahan.

"Tapi mereka ini tidak diberi kewenangan lebih lanjut. Jadi kalau ada apa-apa nanti akan disampaikan ke pimpinan," katanya. (del)

Editor : Bahana.
#keracunan mbg #audiensi #SPPG #Harda Kiswaya