Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Gunung Merapi Siaga Level 3, Potensi Bahaya Berupa Guguran Lava dan Awan Panas Guguran pada Sektor Selatan dan Barat Daya

Iwa Ikhwanudin • Senin, 9 September 2024 | 10:09 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 8 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Minggu 8 September 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung mendung, berawan, hujan. 

Angin bertiup tenang ke arah barat, utara. 

Suhu udara 17.6-24 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 873.1-918.6 mmHg. 

Volume curah hujan 27 mm per hari. 

Gunung Merapi berkabut 0-III. 

Asap kawah tidak teramati. 

Terjadi kegempaan Guguran. 

Baca Juga: Mengenal Gedung Bekas Kampus Yang Terbengkalai, Warga Sebut Angker hingga Penampakan Sosok Perempuan Berbaju Putih

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA Level 3, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi