Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Merapi Siaga Level 3, Luncurkan 20 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 08:35 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

Radar Jogja - Teramati Guguran lava sebanyak 20 kali jarak luncur maksimum 1500 meter kearah barat daya/kali Bebeng. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Jumat 9 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Ruang Ekspresi Masih Minim, Padahal Jadi Strategi Tepat untuk Mengembangkan Teater

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat. 

Suhu udara 16.5-30 °C, kelembaban udara 30-99 %, dan tekanan udara 768.2-951.5 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. 

Baca Juga: Capaian JKN 98,18 Persen, Sleman Sabet UHC Award 2024 Kategori Utama

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level 3 siaga sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Jadi PR Legislator Yang Baru, Ini yang Harus Diperhatikan Anggota DPRD Kulon Progo

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Baca Juga: Dinkes Sleman Gelar BIAS pada Agustus dan November, Ciptakan Generasi Emas di Sleman lewat Bulan Imunisasi Anak Sekolah

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#lava pijar gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi