RADAR JOGJA - Bakal calon dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kustini Sri Purnomo resmi menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah ke DPC PDI Perjuangan Sleman. Langkah tersebut, berpotensi membuka peluang koalisi antar kedua partai seperti Pilkada 2020 lalu.
Adapun Kustini datang ke Kantor DPC PDI Perjuangan pada Jumat (17/5) sekitar pukul 17.00. Petahana Bupati Sleman itu pun turut didampingi oleh para petinggi DPD PAN Sleman.
Kustini mengatakan, pendaftarannya ke partai banteng itu untuk mendaftar sebagai calon bupati. Alasannya memilih PDI Perjuangan sebagai bentuk balas jasa karena sudah diusung dalam Pilkada 2020 lalu.
Dia pun membuka lebar pintu kerjasama dengan partai tersebut. Bahkan, Kustini juga menyatakan siap apabila kembali disandingkan dengan Danang Maharsa seperti saat pemilihan bupati dan wakil bupati lima tahun lalu.
“Kalau memang komunikasi politik (duet Kustini-Danang, Red) itu terjadi, kenapa tidak,” ujar Kustini saat ditemui Jumat (17/5).
Lebih lanjut, Kustini mengungkapkan, kalau dirinya memang aktif berkomunikasi dengan partai-partai lain. Termasuk sudah mendaftar melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem.
Perihal wakil yang akan mendampinginya, Kustini mengaku, akan menyerahkan sepenuhnya kepada partai yang ikut mengusungnya sebagai calon bupati. Namun pada prinsipnya, harus sama-sama memiliki visi dan misi untuk membangun Kabupaten Sleman menjadi lebih baik lagi.
“Untuk wakil, saya serahkan kepada partai yang mengusung kami,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman Gustan Ganda menyampaikan, peluang berkoalisi PDI Perjuangan dengan PAN maupun partai lain sampai saat ini masih terbuka. Bahkan, kemungkinan kembalinya duet Kustini-Danang pun masih ada. Walaupun Danang Maharsa sendiri sudah mendaftar sebagai bakal calon bupati.
Ganda menyebut, keputusan untuk mengusung bakal calon kepala daerah di Pilkada 2024 nantinya akan diserahkan kepada DPP PDI Perjuangan. Adapun hingga saat ini sudah ada bakal calon yang mendaftar. Selain Kustini dan Danang, ada mantan Sekda Sleman Harda Kiswaya.
“Kami akan serahkan penilaian dari DPC ke DPP, kemungkinan rekomendasi (duet, Red) kepada ibu Kustini dengan Danang pun belum tertutup,” sebut Ganda. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita