Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Bapok Meroket, Operasi Pasar Murah Semar Mesem Resmi Digelar di 17 Kapanewon di Sleman

Iwan Nurwanto • Selasa, 19 Maret 2024 | 03:11 WIB
PEDULI: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat membuka program operasi pasar murah Semar Mesem di kapanewon Tempel pada Senin (18/3).
PEDULI: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat membuka program operasi pasar murah Semar Mesem di kapanewon Tempel pada Senin (18/3).

SLEMAN - Operasi pasar murah bertajuk Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat (Semar Mesem) resmi dibuka pada Senin (18/3).

Rencananya, program tersebut akan menyasar 17 kapanewon di Kabupaten Sleman untuk mengantisipasi meroketnya harga kebutuhan pokok.


Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, tiap titik operasi pasar murah pemerintah menyediakan berbagai komoditas bahan pokok yang dapat dibeli masyarakat dengan harga murah dibawah pasaran.

Meliputi beras premium sebanyak 3,5 ton, beras medium (SPHP) 4 ton, 1 ton gula pasir, 1 ton telur ayam, 100 kg daging ayam, 500 liter minyak goreng, dan 500 kg tepung terigu.


Kustini menjelaskan, bahwa program tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman untuk mengantisipasi kenaikan harga barang kebutuhan pokok.

Khususnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.


“Oleh karena itu bapak ibu (masyarakat) tidak perlu panik akan kekurangan stok. Silakan beli secukupnya dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Kustini, Senin (18/3).


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menambahkan, untuk syarat membeli bahan pokok di operasi pasar Semar Mesem wajib memiliki KTP Sleman.

Kemudian untuk tiap satu identitas nantinya berlaku untuk satu kali pembelian per orangnya.


Dia menegaskan, juga ada ketentuan pembatasan pembelian yang diberlakukan untuk per orangnya.

Yakni, untuk beras medium SPHP dan beras premium maksimal 10 kilogram, minyak goreng maksimal 2 liter per orang, gula pasir, telur ayam, daging ayam, dan tepung terigu maksimal 2 kg per orang.


“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perindag bersama 17 Kapanewon dengan mitra penyedia barang kebutuhan pokok,” tandas Mae.


Merinci tentang pelaksanaan operasi pasar murah, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti membeberkan, untuk pembukaan program tersebut dilaksanakan di Kapanewon Tempel dan Sleman pada Senin (18/3).

Kemudian dilanjutkan di Kapanewon Pakem dan Kapanewon Turi pada Selasa (19/3).


Kegiatan tersebut juga dilaksanakan pada hari Rabu (20/3) di kapanewon Godean dan Gamping. Lalu di kapanewon Prambanan pada hari Kamis (21/3). Kemudian digulirkan kembali Senin (25/3) di Kapanewon Mlati dan Kapanewon Seyegan.

Kemudian pada Selasa (26/3) di Kapanewon Ngaglik dan Kapanewon Depok. Lalu, di Kapanewon Kalasan dan Kapanewon Berbah pada Rabu (27/3).


“Sementara untuk kegiatan penutupnya di Kapanewon Ngemplak dan Cangkringan pada Kamis (28/3),” terang Nia. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Kustini Sri Purnomo #operasi pasar #semar mesem