Alhasil pengguna jalan harus menghindari jalan yang berlubang ditambah kerikil yang bersebaran agar tidak terpeleset. Belum lagi saat hujan, pengguna jalan kerap terperosok ke jalan berlubang yang digenangi air. Ditambah harus waspada menghindari pengendara lain di depannya yang juga sedang menghindari lubang. Kondisi ini jelas sangat membahayakan dan sangat merepotkan.
Iwan, warga Pakembinangun yang bekerja di Kota Jogja mengaku sangat terganggu. Akses menuju tempat kerjanya ini membahayakan dan menghambat. "Heran aja, udah tertib bayar pajak tapi jalan kayak gini loh. Udah pelan kadang masih nyelip kerikil. Belum kalau hujan, akeh (banyak, Red) genangan. Bayangkan jatuh terus tertabrak orang dari belakang," protesnya Selasa (12/4).
Hal senada dikatakan pengendara motor bernama Adi, warga Kota Jogja yang melintas. Ia hendak pergi ke rumah neneknya di Muntilan. Ia mengaku kecewa. "Rekane arep (awalnya ingin, Red) mutus jalan biar cepat sampai, malah rusak. Enggak jadi cepat malah jadi lama. Bahaya loh ini tadi ada yang menghindari lubang terus hampir ketabrak mobil. Ngerem dadakan to," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Taupiq Wahyudi tidak menampik adanya kerusakan jalan Gito Gati. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi atas permasalahan tersebut. Mengingat jalan tersebut masuk dalam jalan provinsi.
"Kami (sudah, Red) koordinasi dengan provinsi. Itu kan sudah ada pemenangnya (lelang proyek pengerjaan jalan, Red) juga, tinggal mengeksekusi," ujarnya. (cr4/bah).
Editor : Editor Content