Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polisi Periksa Saksi dan Dalami BB

Editor Content • Selasa, 30 November 2021 | 17:02 WIB
DPO : Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono telah mengantongi nama pelaku pembakaran Omah PSS dan kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
DPO : Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono telah mengantongi nama pelaku pembakaran Omah PSS dan kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Tindak pembakaran kantor manajemen atau Omah PSS Sleman di Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu sore (28/11) disesalkan banyak pihak. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyayangkan peristiwa itu. Ia menilai itu merugikan PSS. Bupati pun mendorong polisi mengusut pelaku pembakaran.

“Usut tuntas, siapa pun oknumnya,” tegas Kustini saat ditemui di Kapanewon Mlati, Sleman, Senin (29/11). Istri mantan bupati Sri Purnomo ini mendukung langkah menyerahkan kasus ini ke polisi untuk penanganannya. “Saya menyesuaikan saja dengan pak polisi,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Sleman AKBP Wahcyu Tri Budi Sulistiyono mengungkapkan, instansinya masih melakukan pendalaman dengan memeriksa setidaknya tiga orang saksi. Selain itu juga memeriksa barang bukti (BB) percobaan pembakaran.

Dari rekaman CCTV, polisi juga menyita satu botol air mineral dengan sisa isi bensin, yang diduga digunakan untuk bahan membakar Omah PSS. Kemudian juga ditemukan benda bekas terbakar yang dipenuhi langes.

“Kita masih mendalami, baik saksi yang kami miliki maupun bukti yang ada. Hasil CCTV masih juga kita dalami. Semoga saja dalam waktu dekat kami bisa mengidentifikasi pelaku,” beber perwira menangah yang juga pernah menjabat kapolres Bantul ini.

Meski hasil tangkapan wajah pelaku yang terekam CCTV tampak, karena memakai masker, agak sulit diidentifikasi. Kendati begitu, pendalaman akan dilakukan dengan cara lain. “Kita nggak mau berspekulasi. Kalau sudah ketangkap, baru bisa diketahui motifnya,” katanya.

Wahcyu minta semua pihak untuk bisa menahan diri, menjaga kondusivitas, dan tidak usah saling menuduh. “Biarkan kami akan berusaha semaksimal mungkin mencari pelakunya,” tambah dia.

Sementara itu, Direktur Utama PSS Andy Wardhana juga sangat menyayangkan insiden pembakaran ini. Namun ia tidak mau menuduh siapa pun dan menyerahkan kasus ini kepada kepolisian.

“Kepada teman-teman Sleman fans, kami mohon agar dapat memberikan dukungan yang positif kepada PSS. Semoga kasus ini dapat segera tuntas dan selesai,” kata Andy. (mel/ard/laz) Editor : Editor Content
#Super Elang Jawa #PSS Sleman #jogja sport #Omah PSS Dibakar