Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyakit Campak di Bantul Capai 44 Kasus, Dinas Kesehatan Bantul Gencarkan Imunisasi

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

Advertisement

BANTUL - Kasus campak terus mengalami peningkatan di Bantul. Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Menggencarkan imunisasi rutin untuk bayi usia satu bulan, 18 bulan, dan anak kelas satu sekolah dasar (SD). 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan, pihaknya telah melaksanakan imunisasi campak dua kali di 27 puskesmas Bantul.

Tahap pertama, imunisasi menyasar 440. Namun, cakupannya hanya 404 orang.

Advertisement

Sedangkan imunisasi tahap dua menyasar 531 orang dengan cakupan 499 orang. 

"Kegiatan imunisasi kejar campak masih berjalan, jadi masih memungkinkan persentase capaian meningkat," katanya Kamis (23/4). 

Cakupan imunisasi campak di Bantul yang rata-rata lebih dari 90 persen tidak terlepas dari sosialisasi kepada masyarakat yang terus dilakukan oleh Dinkes Bantul.

Advertisement

Selain itu, pihaknya juga melakukan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait manfaat imunisasi. 

"Jadi kolaborasi dengan kapanewon, polsek, koramil, KUA, kalurahan, dukuh, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat," jelasnya

Saat ini campak di Bantul telah mencapai 44 kasus. Tersebar di Kapanewon Piyungan, Dlingo, Sedayu, Kasihan, Banguntapan, Pleret, Sewon, Bantul, Pandak, Srandakan, Imogiri, Jetis, dan Pajangan. 

"Yang paling banyak di Banguntapan ada 13 kasus," katanya. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kepala Disdikpora DIY Sebut Tak Perlu Libatkan Siswa, Pemorsian MBG Sebaiknya Ditangani BGN

Kepala Disdikpora DIY Sebut Tak Perlu Libatkan Siswa, Pemorsian MBG Sebaiknya Ditangani BGN

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY tidak setuju jika siswa dilibatkan sebagai petugas pemorsian saat pembagian makan bergizi gratis (MBG). 

Terima Surat Kewaspadaan Kemenkes, Dinkes Bantul Siapkan Mitigasi Abu Vulkanik Gununug Anak Krakatau

Terima Surat Kewaspadaan Kemenkes, Dinkes Bantul Siapkan Mitigasi Abu Vulkanik Gununug Anak Krakatau

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyiapkan langkah mitigasi menyusul diterimanya surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9). Meski peluang ...

Kasus HIV di Bantul Didominasi Usia Produktif, Dinkes Gencarkan Edukasi dan VCT Mobile

Kasus HIV di Bantul Didominasi Usia Produktif, Dinkes Gencarkan Edukasi dan VCT Mobile

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat 74 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga akhir Juni 2026. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif 20–29 tahun, dengan sebaran kasus ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer