Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peminat Kerajinan Bambu Turun sebelum PPKM

Editor Content • Kamis, 19 Agustus 2021 | 11:31 WIB
LESU : Poniman menunjukkan sejumlah kerajinan mebel di gerai kerajinan miliknya,  (18/8). Perajin bambu tidak terdampak PPKM, dikarenakan sebelum pandemi peminatnya sudah turun.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
LESU : Poniman menunjukkan sejumlah kerajinan mebel di gerai kerajinan miliknya,  (18/8). Perajin bambu tidak terdampak PPKM, dikarenakan sebelum pandemi peminatnya sudah turun.(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini tidak berdampak pada menurunnya minat perajin bambu di wilayah Godean. Peminat kerajinan bambu menurun lima tahun belakangan. Jauh sebelum pandemi.

Hal itu disampaikan Poniman, 52, perajin bambu asal Sidomulyo, Godean Rabu (18/8). Menurutnya, jumlah peminat kerajinan bambu mulai menurun setelah muncul kreasi kerajinan dari bahan sintetis. Dimana lebih simpel, mewah dan berwarna.

"Kalau dampak pandemi (Covid-19, red) sih ada. Tapi kalau PPKM tidak terdampak," ungkap Poniman di gerai penjualan kerajinan bambu miliknya, Sidomulyo, Godean, kemarin.

Disebutkan, dampak pandemi menyebabkan penurunan omzet 50 persen. Sejak awal digempur pandemi, sampai saat ini omzetnya bertahan. Rata-rata Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per bulannya. Dari penghasilan umumnya sebelum pandemi di atas Rp 12 juta. Khususnya, kerajinan berbahan bambu, pemintanya sudah berkurang tajam.

"Kalau yang beli dekorasi bambu, satu set kursi pojok sedikit. Yang agak banyak itu ya kerajinan dari rotan atau bahan sintetis," kata Poniman. Penyebabnya, kerajinan dengan bahan tersebut jauh lebih simpel. Mudah di bawa dan harganya pun sedikit terjangkau. "Kalau kerajinan bambu ini saya bikin sendiri. Tapi kalau rotan dan lainnya diambil dari Cirebon, Solo dan Purworejo," kata pria yang sudah 18 tahun menjadi perajin bambu.

Disebutkan, kerajinan bambu yang paling diminati adalah kere bambu. Sedangkan dari rotan beragam, mulai dari kursi santai dari rotan, dudukan sepeda untu anak-anak dan aksesoris lainnya.

Kerajinan rotan ini baru dia geluti setahun lalu. Di tengah kerasnya persaingan pasar, beragam kreasi kerajinan sintetis, selain penjualan dilakukan langsung, dia juga menawarkan ke pasar online.

Hal senada dirasakan Ninik, 44, pengusaha kerajinan bambu di Tirtoadi. Peminat bambu mulai turun sejak dekorasi minimalis menjadi tren pemanis ruangan. Karena kerajinan bambu memakan banyak ruang. Sementara kecenderungan bangunan saat ini berbentuk minimalis berbeda dengan bangunan jaman dulu.

"Kalau PPKM dulu waktu lockdown berdampak. Tapi sekarang sedikit ada peningkatan dibandingkan pandemi tahun lalu," pungkasnya. (mel/bah) Editor : Editor Content
#kerajinan bambu #Godean #PPKM