Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Salat Gaib, Doakan Kedamaian Terwujud di Palestina

Editor News • Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:14 WIB
GELAR: Bentuk solidaritas dan keprihatinan kepada  anak-anak bangsa Palestina yang tertindas, puluhan guru SDIT Salsabila 2 Klaseman Sleman melaksanakan ibadah salat gaib atas aksi kekerasan di Palestina. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
GELAR: Bentuk solidaritas dan keprihatinan kepada anak-anak bangsa Palestina yang tertindas, puluhan guru SDIT Salsabila 2 Klaseman Sleman melaksanakan ibadah salat gaib atas aksi kekerasan di Palestina. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap anak-anak bangsa Palestina yang tertindas, puluhan guru SDIT Salsabila 2 Klaseman Sleman melaksanakan ibadah salat gaib atas aksi kekerasan di Palestina. Harapannya aksi kekeranan oleh tentara Israel tersebut tidak berlanjut.

Aksi diawali dengan salat gaib di mushola sekolah. Selanjutnya berpindah ke halaman sekolah untuk berdoa bersama. Setiap guru memegang poster dukungan kepada bangsa Palestina.

Photo
Photo
KEDAMAIAN: Puluhan guru SDIT Salsabila 2 Klaseman Sleman berdoa bersama sambil memegang poster dukungan kepada bangsa Palestina agar kondisi pulih dan Palestina bisa merdeka sepenuhnya agar anak-anak bisa mendapatkab pendidikan yang layak. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

"Lakukan aksi sederhana untuk sahabat di Palestina. Carut marut rasanya hati ini melihat kondisi disana, karena tidak bisa berangkat secara fisik, minimal doa dan salat goib," jelas Kepala SDIT Salsabila 2 Muhammad Zaelani, Jumat (21/5).

Secara khusus para guru menyoroti kondisi anak-anak Palestina. Dalam kondisi normal, anak-anak bisa menikmati masanya. Mulai dari belajar di sekolah hingga bermain.

Kondisi perang membuat aktivitas anak-anak ikut terganggu. Bahkan tidak mendapatkan kualitas pendidikan sebagaimana mestinya. Ini karena menurutnya serangan militer Israel bisa datang sewaktu-waktu.

"Yang membuat trenyuh kami para pendidik, sedih sekali melihat anak usia sekolah tidak mengenyam pendidikan yang layak. Kami berdoa agar kondisi pulih dan Palestina bisa merdeka sepenuhnya agar anak-anak bisa mendapatkab pendidikan yang layak," katanya.

Kedepannya juga akan ada aksi donasi. Tak hanya oleh guru tapi juga para siswa dan wali siswa. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan melalui organisasi kemanusiaan.

"Harapannya gerakan kecil ini berdampak besar utnuk meringankan teman-teman kamu di Palestina. Terutama usia anak yang seharusnya bisa sekolah dan bermain," ujarnya.(dwi/sky) Editor : Editor News
#Palestina #aksi bela palestina