Aksi diawali dengan salat gaib di mushola sekolah. Selanjutnya berpindah ke halaman sekolah untuk berdoa bersama. Setiap guru memegang poster dukungan kepada bangsa Palestina.
"Lakukan aksi sederhana untuk sahabat di Palestina. Carut marut rasanya hati ini melihat kondisi disana, karena tidak bisa berangkat secara fisik, minimal doa dan salat goib," jelas Kepala SDIT Salsabila 2 Muhammad Zaelani, Jumat (21/5).
Secara khusus para guru menyoroti kondisi anak-anak Palestina. Dalam kondisi normal, anak-anak bisa menikmati masanya. Mulai dari belajar di sekolah hingga bermain.
Kondisi perang membuat aktivitas anak-anak ikut terganggu. Bahkan tidak mendapatkan kualitas pendidikan sebagaimana mestinya. Ini karena menurutnya serangan militer Israel bisa datang sewaktu-waktu.
"Yang membuat trenyuh kami para pendidik, sedih sekali melihat anak usia sekolah tidak mengenyam pendidikan yang layak. Kami berdoa agar kondisi pulih dan Palestina bisa merdeka sepenuhnya agar anak-anak bisa mendapatkab pendidikan yang layak," katanya.
Kedepannya juga akan ada aksi donasi. Tak hanya oleh guru tapi juga para siswa dan wali siswa. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan melalui organisasi kemanusiaan.
"Harapannya gerakan kecil ini berdampak besar utnuk meringankan teman-teman kamu di Palestina. Terutama usia anak yang seharusnya bisa sekolah dan bermain," ujarnya.(dwi/sky) Editor : Editor News