Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah dan Fakta Unik Barongsai, Tarian Khas Perayaan Imlek

Magang Radar Jogja • Selasa, 13 Januari 2026 | 08:15 WIB
Atraksi Barongsai ketika tahun baru Imlek.
Atraksi Barongsai ketika tahun baru Imlek.

 

RADAR JOGJA - Persembahan tari Barongsai merupakan kesenian yang berasal dari kebudayaan Tiongkok.

Persembahan ini kerap diidentikan dengan suasana yang meriah, dan dihadirkan untuk menambah semarak perayaan tahun baru Imlek.

Persembahan ini lumrah di temui di Indonesia ketika menjelang perayaan tahun baru Imlek, terutama di daerah dengan penduduk mayoritas etnis Tionghoa.

Hingga kini, tarian Barongsai masih terus ditampilkan dan dilestarikan oleh masyarakat China Nusantara.

Sejarah Barongsai

Mengenai asal-usul Barongsai kerap kali muncul dalam cerita legenda masyarakat Tiongkok.

Salah satu cerita paling populer adalah kisah “Nian” yaitu makhluk yang kerap muncul menjelang musim semi atau tahun baru Imlek untuk mengganggu manusia.

Nah, untuk menakut-nakuti “Nian” masyarakat Tionghoa kala itu menggunakan warna-warna yang mencolok, seperti merah dan emas.

Selain menggunakan warna-warna mencolok, masyarakat Tionghoa juga bermain petasan atau kembang api dan juga mempersembahkan kemeriahan berupa tarian Barongsai.

Dalam versi lain, kemunculan Barongsai adalah sebagai senjata untuk mengusir roh-roh jahat. Di mana, roh-roh jahat tersebut menjadi ganas ketika tahun baru Imlek tiba.

Fakta Unik Barongsai

Siapa sangka, ternyata istilah Barongsai yang sangat populer di telinga masyarakat kita ini hanya ada di Indonesia.

Di negara asalnya atau China, Barongsai dikenal dengan nama “Wu Shi” dan secara internasional lebih populer dengan nama “Lion Dance”.

Asal muasal nama Barongsai bermula dari akulturasi budaya Tiongkok dan Nusantara. Kata “Barong” berasal dari kesenian Bali, di mana terdapat penari yang menari menggunakan kostum dan topeng.

Sementara itu, “Sai” berasal dari bahasa hokkian yang bermakna singa.

Barongsai Bukan Hanya Singa

Meskipun banyak yang mengira bahwa Barongsai itu berbentuk layaknya singa, namun ternyata bukanlah demikian.

Barongsai merupakan gabungan dari beberapa hewan yang disatukan.

Setiap bagian dan unsur dalam barongsai merupakan hewan yang berbeda dan memiliki makna filosofisnya sendiri.

1. Tanduk Barongsai (jambul burung): melambangkan kehidupan dan mewakilkan perempuan.
2. Telinga dan ekor (makhluk mistis): lambang kebijaksanaan dan keberuntungan.
3. Tulang belakang (ular): menunjukkan pesona dan lambang kekayaan.
4. Punuk di belakang kepala (kura-kura): simbol umur panjang.
5. Dagu dan jenggot (naga): simbol kepemimpinan dan kekuatan.

Itulah beberapa fakta unik tentang kesenian tari Barongsai yang kerap dipersembahkan menjelang tahun baru Imlek.

Namun, ternyata tak hanya Barongsai, di perayaan Imlek, Anda akan menemukan berbagai makanan hingga dekorasi-dekorasi unik khas Imlek lainnya. (Ahmad Yinfa Cendikia)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kesenian #Tarian Khas Perayaan Imlek #barongsai #fakta unik #sejarah #Imlek #budaya tiongkok