RADAR JOGJA - Relawan Perisai Prabowo menitipkan Mandat Jogja kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. Beberapa isu strategis domestik dan geopolitik jadi perhatian Perisai Prabowo.
Mandat Jogja tersebut terangkum dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Perisai Prabowo yang digelar di Jogja 22-23 Oktober. Isinya adalah, membangun kesadaran nasional, ekonomi untuk rakyat Indonesia, demokrasi oleh dan untuk rakyat Indonesia, solusi paradoks Indonesia menuju 100 tahun Indonesia Merdeka dan menunaikan janji kemerdekaan.
Ketua Relawan Perisai Prabowo Ahmad Kailani dalam paparannya menyebut, ada ancaman besar bagi Indonesia. Ancaman tak hanya dari luar tapi juga dari domestik. Karena itu Perisai Prabowo menilai butuh figur yang mampu mengatasinya. "Prabowo punya kemampuan untuk merangkul banyak anak muda," tuturnya dalam jumpa pers Senin (23/10).
Dia mencontohkan, banyak anak muda Indonesia yang sebelumnya belum banyak dikenal dipromosikan oleh Prabowo. Seperti Joko Widodo dari Wali Kota Surakarta menjadi Gubernur DKI Jakarta, begitu pula Anies Baswedan dari Universitas Paramadina yang didukung Prabowo menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang juga didukung saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Dia menegaskan komitmennya untuk mengantarkan Prabowo menuju kursi RI-1. Ia juga menilai Gibran Rakabuming Raka sangat pantas untuk mendampingi Prabowo dalam kontestasi pemilu, hal ini seperti yang diusulkan pula oleh Relawan Perisai Prabowo maupun Partai Gerindra beserta partai koalisi.
“Ini komposisi yang tepat menurut kami. Relawan Prabowo Perisai berkomitmen untuk memenangkan Prabowo Gibran pada Pilpres 2024,” tegasnya.
Pembina Relawan Perisai Prabowo Ahmad Subagja konsep Prabowo menurutnya luar biasa dalam menampung dari kalangan pemuda. Saat ini sedang disiapkan transisi kepemimpinan, karena pada 2045 akan lebih banyak campur tangan di kalangan pemuda.
“Mas Gibran ini termasuk anak muda yang proses adaptasinya relatif cepat dan dia di-bully juga tidak reaktif,” katanya.
Editor : Heru Pratomo