Buku Datang ke Sekolah, Fiksi Jadi Favorit Siswa: Perpustakaan Keliling Perluas Akses Sumber Belajar

Dzika Fajar • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 07:45 WIB

 

MENIKMATI BACAAN: Sejumlah siswa SD Muhammadiyah Kedungpoh, Nglipar, membaca buku yang tersedia dalam layanan perpustakaan keliling. (Dzika Fajar/Radar Jogja)
MENIKMATI BACAAN: Sejumlah siswa SD Muhammadiyah Kedungpoh, Nglipar, membaca buku yang tersedia dalam layanan perpustakaan keliling. (Dzika Fajar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Jauh dari perpustakaan daerah tak lagi menjadi alasan siswa di pelosok Gunungkidul kesulitan mendapatkan bacaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul menyasar sekolah-sekolah yang sulit menjangkau layanan perpustakaan melalui armada perpustakaan keliling.

Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul Siti Indarwati mengatakan, saat ini, layanan tersebut telah menjangkau 17 sekolah di sejumlah kapanewon. Mayoritas merupakan sekolah dasar (SD), disusul beberapa sekolah menengah pertama (SMP).

"Prioritas kami adalah sekolah yang jauh dari jangkauan, terutama dari perpustakaan daerah," kata wanita yang akrab disapa Iin, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Dinpar Bantul Dongkrak Kunjungan Wisatawan Pantai Tanggul Tirto lewat Pameran Fotografi

Layanan tersebut didukung lima armada, yakni tiga mobil perpustakaan keliling dan dua kendaraan operasional sepeda motor. Namun, tidak semua pengajuan sekolah langsung mendapat kunjungan. Petugas terlebih dahulu melakukan survei untuk memastikan kebutuhan sekaligus melihat jarak sekolah dengan perpustakaan yang sudah tersedia.

Sekolah yang menjadi sasaran layanan tersebar di sejumlah kapanewon yang berada cukup jauh dari kawasan Wonosari. Di antaranya Ponjong, Paliyan, Saptosari, Purwosari, Nglipar, Rongkop, Girisubo, Semanu, Tepus, Ngawen, dan Semin.

Jarak tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi operasional perpustakaan keliling. Akses menuju beberapa sekolah membuat perjalanan membutuhkan waktu lebih panjang sehingga kunjungan terkadang tidak sesuai jadwal. Pun, keterbatasan tenaga juga membuat pengelolaan armada harus disesuaikan.

Baca Juga: Bek PSIM Jogja Franco Ramos Naik Status Jadi Kapten Utama Musim Ini, Nomor Punggung Juga Ikut Ganti

Layanan mobil perpustakaan keliling beroperasi Senin hingga Kamis. Sementara pada Jumat, pengemudi mobil dialokasikan untuk mendukung operasional dua armada sepeda motor. Meski menghadapi keterbatasan akses dan tenaga, antusiasme siswa terhadap kedatangan perpustakaan keliling cukup tinggi. Buku fiksi menjadi salah satu bacaan yang banyak diminati.

"Anak-anak kan butuh bacaan yang ringan, karena mungkin pada saat sekolah sudah belajar dengan bahan bacaan yang cukup menguras otak," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan keliling menjadi salah satu cara memperluas sumber belajar bagi siswa. Terlebih, kebutuhan peserta didik terhadap sumber pengetahuan kini tidak hanya bergantung pada pembelajaran di ruang kelas.

Baca Juga: Bulu Tangkis Piala Raja HB X ke-2 Siap Digelar di Yogyakarta, Dua GOR Disiapkan sebagai Venue

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, perkembangan teknologi dan informasi juga menuntut perpustakaan terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan peserta didik. "Di era digital seperti sekarang, muara pembelajaran terfokus pada kenyamanan peserta didik dalam memperoleh ilmu," katanya.

Ia berharap sekolah dapat memanfaatkan layanan perpustakaan keliling sekaligus mendorong perpustakaan dan pustakawan terus memperbarui layanan agar tetap menarik bagi siswa di tengah semakin beragamnya sumber informasi digital.(cr1/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Perluas Akses Sumber Belajar Perpustakaan Keliling Gunungkidul pelosok