RADAR JOGJA - Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM ikut berupaya meningkatkan literasi. Khususnya bagi siswa sekolah dasar di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Inilah yang menjadi dasar berjalannya program pojok baca di SD GMIM Alungbanua, Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.
Perwakilan kelompok KKN PPM UGM Austin Anderson menyebut, sebelumnya perpustakaan kosong dan tidak terawat. "Kosong sekitar enam bulan, ini dulu sempat kena gempa juga, ada beberapa bagian temboknya juga retak," katanya kemarin (11/8).
Setelah dilakukan renovasi, koleksi buku juga ditambah. Berupa buku seni dan budaya, ensiklopedia, sejarah dan budaya Indonesia, budi pekerti, hingga buku soal kerajinan dan hobi yang diperoleh dari donatur. "Total keseluruhan ratusan, banyak juga buku dari SD GMIM yang masih bagus, beberapa sudah koyak itu kami singkirkan," lontarnya.
Sejak dua minggu pojok baca tersebut diresmikan, antusiasme para siswa sendiri juga cukup tinggi untuk datang dan membaca. "Semoga antusiasme siswa terjaga, bahkan saat kami sudah selesai KKN," harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD GMIM Alungbanua Yureny Tukunang mengaku, sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa KKN. Diakuinya, selama ini sekolahnya cukup jarang didatangi oleh mahasiswa KKN dengan durasi yang lama. "Biasanya hanya survei atau program sementara dari kampus di Manado sini, cuma beberapa hari itu biasanya," terangnya.
Yureny berharap, ragam program yang sudah dilakukan saat ini bisa dilanjutkan oleh kelompok KKN UGM di periode selanjutnya. "Harapannya ada lagi, dan ini jadi program yang dilanjutkan. Mereka banyak bantu kami di sini," tuturnya.
Sebab selain program sekolah, ada juga program filtrasi air hingga sosialisasi UMKM. “Ini sangat penting dan membantu," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika