Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskominfo DIY Kenang Kelompencapir, Program Ikonik Era Orde Baru yang Melekat di Ingatan

FA
Diorama gambaran momen Presiden Soeharto langsung menyerahkan piala ke Kelompencapir terbaik tingkat nasional di Tapos, Bogor. Instagram @museumpenerangan
Diorama gambaran momen Presiden Soeharto langsung menyerahkan piala ke Kelompencapir terbaik tingkat nasional di Tapos, Bogor. Instagram @museumpenerangan

Advertisement

 

BAGI generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, Kelompencapir bukan sekadar program televisi. Program yang merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa itu menjadi salah satu media komunikasi pemerintah yang paling dikenal pada masa Orde Baru.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIJ Hari Edi Tri Wahyu Nugroho mengaku masih mengingat kuat program tersebut karena hadir di tengah keterbatasan kanal informasi pada masa itu.

Advertisement

"Kalau saya masih ingat, Kelompencapir itu kan zaman Pak Harto. Saat itu menurut saya sangat ikonik. Karena tiap hari medianya ya TVRI, radio. Itu sangat ikonik sebagai suatu program," ujar Wahyu kepada Radar Jogja, Sabtu (20/6).

Menurutnya, Kelompencapir menjadi bagian dari strategi komunikasi pemerintah pusat kala itu untuk menyampaikan berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perikanan.

Advertisement

Yang paling ia ingat adalah tayangan dialog antara Presiden Soeharto dengan para petani dan nelayan, yang menjadi sarana penyampaian berbagai kebijakan pemerintah secara langsung kepada masyarakat.

"Ketika Pak Harto ke desa ngumpul dengan para petani dan nelayan dan ada dialog. Itu bagian dari salah satu acara yang sangat dikenal saat itu," katanya.

Ia menjelaskan, popularitas Kelompencapir tidak bisa dilepaskan dari kondisi media pada masa tersebut. Saat itu, masyarakat hanya memiliki sedikit pilihan sumber informasi, terutama TVRI dan RRI sebagai media utama.

"Variasi atau jenis kanal berita hanya seperti itu. Sehingga saat itu ya masif masuk ke masyarakat. Seingat saya itu bagian dari strategi komunikasi presiden waktu itu," ujarnya.

Ia menilai, salah satu tujuan utama Kelompencapir adalah mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah saat itu. "Khususnya swasembada beras. Sehingga itu yang menjadi sasarannya memang petani sama nelayan," ulasnya.

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner

Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner

Presiden Prabowo menyatakan, berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman telah menghasilkan lompatan produktivitas signifikan.

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Dengan cadangan pangan yang kuat dan infrastruktur pertanian yang terus diperkuat, serta dukungan langsung kepada petani, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi ancaman El Nino Godzilla.

Alih Fungsi Lahan Mengancam Pertanian DIY, Data Jadi Dasar Pengambilan Kebijakan: Ini Kata Sekprov DIY

Alih Fungsi Lahan Mengancam Pertanian DIY, Data Jadi Dasar Pengambilan Kebijakan: Ini Kata Sekprov DIY

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIYmenilai perlindungan lahan pertanian perlu didukung dengan tata kelola berbasis data di tengah terus berkurangnya luasan lahan akibat alih fungsi untuk berbagai kebutuhan pembangunan. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer