Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siaran Kelompencapir, Program Andalan TVRI yang Dapat Rating Tinggi

DA
Eks Pegawai TVRI Ahmad Sofyan. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Eks Pegawai TVRI Ahmad Sofyan. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

Advertisement

 

KELOMPOK pembaca, pendengar, dan pemirsa (Kelompencapir) adalah program penyuluhan dan komunikasi dua arah pada masa orde baru. Acara yang disiarkan lewat berbagai media pada zamannya ini jadi wadah para petani dan nelayan. Baik untuk berdiskusi, bertukar informasi, serta mengikuti cerdas cermat seputar pertanian maupun pedesaan.

Eks pegawai TVRI Ahmad Sofyan bercerita, Kelompencapir sebenarnya diawali dari kelompok pendengar (kelompen). Mereka mendengarkan siaran seputar pedesaan lewat siaran radio. Sekitar tahun 1969 baru ada siaran pedesaan di TVRI Jogja dengan nama Modernisasi Desa. Hingga akhirnya semakin berkembang lewat media cetak koran lewat rubrik koran masuk desa dan lahirlah Kelompencapir.

"Sebetulnya itu ide murni dari rakyat sendiri dari para pendengar radio. Sekarang masih ada komunitas-komunitas seperti itu," katanya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (20/6).

Saat itu juga dibentuk Dewan Pembina Siaran Pedesaan (DPSP) yang anggotanya lintas sektoral yang membina Kelompencapir ini. Sofyan bercerita, dalam perjalannya DPSP berubah nama menjadi Tim Pembina Siaran Pedesaan (TPSP). Dalam hal ini tidak terbatas pada pertanian, tetapi seluruh sektor yang berkaitan dengan pembangunan pedesaan, seperti transmigrasi, keluarganya berencana, hingga kesehatan.

Advertisement

Salah satu program siaran yang paling tren memang format kuis atau kini disebut Cerdas Cermat. Soalnya berkaitan dengan materi yang disiarkan oleh media televisi, radio, hingga koran. Kuis ini diselenggarakan secara berjenjang dari kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Sofyan bercerita biasanya yang disiarkan ketika sudah sampai jenjang provinsi dan nasional. "Pembuat soalnya dari TPSP itu. Jadi masing-masing lembaga televisi, radio, media cetak memberi bahannya ke tim pembina. Saya juga sering buat soalnya," tambahnya.

Program kuis semacam ini di TVRI terus berkembang. Diawali dari program Lantip Trengginas di TVRI Jogja yang menggunakan bahasa Jawa, sementara untuk nasional berkembang dengan nama Asah Terampil. Pesertanya mereka yang sudah senior di bidang masing-masing, seperti perkebunan dan tanaman pangan. Tak jarang ada juga anak muda yang turut serta.

Saat membuat program semacam ini, proses pengambilan gambar tidak terbatas di studio saja, tetapi langsung di lapangan. Baik itu di sawah hingga kebun. Lantaran pertanyaan tidak sekadar teori, tetapi juga praktik seperti menyambung pucuk tanaman. Hadiahnya juga berbagai macam, seperti alat semprot hingga alat penunjang pertanian. "Hadiah ini disediakan lewat kerja sama lintas sektoral tadi, lalu TVRI menyiarkan," tambahnya.

Menurutnya, rating program bertema pedesaan pada zaman itu memang cukup tinggi, seperti Lantip Trengginas, Mbangun Desa, hingga Wawasan Mitra Tani. Hal ini karena kebutuhan informasi terkait pedesaan juga luar biasa. Program siaran ini dia sebut juga didorong oleh masyarakat yang guyup rukun. Orang-orang lapangan hingga penyuluh bersama-sama ingin maju sehingga siaran semacam ini juga diterima baik oleh masyarakat.  "Tanggapan masyarakat juga bagus. Kalau zaman Orde Baru pembangunan digencarkan dari bawah. Dari pedesaan," katanya.

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner

Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner

Presiden Prabowo menyatakan, berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman telah menghasilkan lompatan produktivitas signifikan.

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Dengan cadangan pangan yang kuat dan infrastruktur pertanian yang terus diperkuat, serta dukungan langsung kepada petani, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi ancaman El Nino Godzilla.

Alih Fungsi Lahan Mengancam Pertanian DIY, Data Jadi Dasar Pengambilan Kebijakan: Ini Kata Sekprov DIY

Alih Fungsi Lahan Mengancam Pertanian DIY, Data Jadi Dasar Pengambilan Kebijakan: Ini Kata Sekprov DIY

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIYmenilai perlindungan lahan pertanian perlu didukung dengan tata kelola berbasis data di tengah terus berkurangnya luasan lahan akibat alih fungsi untuk berbagai kebutuhan pembangunan. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer