RADAR JOGJA - Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, tidak ada penjurusan IPA, IPS dan Bahasa di jenjang SMA. Siswa akan memilih mata pelajaran kelompok pendalaman minat di fase F (kelas XI dan XII). Disesuaikan dengan minat, bakat, dan program studi perguran tinggi yang akan diambil.
Untuk itu, sesi konseling siswa dinilai penting untuk mengarahkan minat dan bakat siswa.
"Semua siswa akan dibimbing dan dipandu secara personal ataupun kelompok (oleh guru konseling dan wali kelas, Red)," kata Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMAN 3 Jogja Nanik Rahayu.
Semua siswa, diminta untuk mengisi rencana program studi perguruan tinggi yang diminati. Kemudian dibantu untuk mengidentifikasi mapel pendukungnya dengan panduan guru.
"Untuk kelas X fase E di kurikulum merdeka, mapel yang diberikan umum," ujarnya.
Kemudian di fase F (kelas XI dan XII) nanti akan memilih mapel kelompok pilihan. Yang merupakan mapel pendukung dan sesuai dengan program studi perguruan tinggi yang nantinya diambil siswa.
"Nanti ada dua mapel di kelas XI harus berpedoman pada mapel pendukung prodi tersebut," jelasnya.
Contohnya ketika siswa ingin mengambil jurusan kedokteran. Pada fase F, siswa akan mendapatkan mapel pendkung biologi dan kimia.
Sementara itu, pemerhati isu-isu pendidikan Poerwanti Hadi Pratiwi mengatakan,
esensi pembelajaran seharusnya didasari oleh kemampuan sekolah dan guru. Untuk mendesain, menginspirasi, memotivasi, dan memfasilitasi peserta didik dalam memiliki kompetensi yang dibutuhkan. "Hendaknya kurikulum sekolah haruslah didesain sesuai dengan sumber daya yang ada," kata Poerwanti. (gun/eno)