JOGJA - Ratusan lukisan para siswa Sekolah Budi Utama dipamerkan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-17 sekolah tersebut. Tema yang diusung pada pameran yang baru pertama kali dihelat ialah Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia.
"Karena Budi Utama Sekolah 3 bahasa, dan aspek kulturalnya lebih kental nuansa akulturasi Tionghoa-Indonesia, maka itulah yang diambil," ujar Humas Sekolah Budi Utama Andri Wicaksono Senin (18/12/2023).
Sebelumnya, para siswa diberi pemahaman melalui workshop secara teknis. Termasuk, proses kreatif dalam penggalian ide yang dituangkan dalam karya.
Baca Juga: Jaga Lancarnya Coblosan, Ketua MPR Khawatir Muncul Keributan Pemilu"Diharapkan terbentuknya pribadi dengan karakter yang unggul dan berdaya saing. Menyelaraskan nilai-nilai kehidupan dalam pendidikan," ujarnya.
Selain pameran karya siswa, ada juga karya dari seniman yang diikutsertakan. Di antaranya, pelukis Dwi Marianto, Sidik W Martowidjojo, Jedink Alexander Bambang Sunjoyo, Erica Hestu Wahyuni, dan Dyah Yulianti.
Serangkaian acara lain yang dihadirkan ialah Talkshow membangun karakter dengan menghadirkan beberapa narasumber mumpuni.
Baca Juga: Hasil Persik v PSM: Pertandingan Dihentikan Usai Gol Yuran Fernandes Bawa Unggul PSM 1-0
Salah satunya ialah Novi Basuki, seorang peneliti dan pemerhati kajian Islam di Tiongkok. Dia sudah 10 tahun tinggal di Negeri Tirai Bambu.
Novi mengupas nilai-nilai kehidupan di Tiongkok yang dapat terus dijadikan pegangan hidup. Yakni, nilai-nilai moral, belerja keras, hingga gaya hidup sehat.
"Salah satunya kutipannya, 'Kita harus memikirkan krisis, meskipun saat ini kita makmur'. Hal ini menunjukkan bahwa di Tiongkok diajarkan untuk terus bekerja keras. Karena kesuksesan ditentukan oleh seberapa jauh kerja kerasmu," ujarnya. (lan)
Baca Juga: Mangan Enak Karo Dolan... Alun-Alun Kebumen Kini Jadi Wisata Alternatif, Masyarakat Minta Pengamen dan Pengemis Ditertibkan