Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rumah Doa Umat Kristen di Padang Diserang, Polisi Tahan 9 Orang Terduga Pelaku

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 30 Juli 2025 | 17:44 WIB
INTOLERAN:  Sekelompok massa melakukan perusakan terhadap rumah doa umat Kristen di Kota Padang.
INTOLERAN: Sekelompok massa melakukan perusakan terhadap rumah doa umat Kristen di Kota Padang.


RADAR JOGJA - Sebuah tindakan intoleran mengguncang warga Kota Padang setelah sekelompok massa melakukan perusakan rumah doa milik umat Kristen di Kelurahan Padang Sarai, pada Minggu (28/7/2025).

Insiden ini terjadi saat puluhan anak tengah mengikuti kegiatan pembelajaran agama di dalam bangunan tersebut.

Pendeta F Dachi dari Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang menyampaikan bahwa massa datang secara tiba-tiba sambil meneriakkan tuntutan agar kegiatan dihentikan.

Mereka merusak bangunan menggunakan batu dan kayu, bahkan beberapa orang membawa senjata tajam.

"Seorang anak mengalami luka di kaki akibat pukulan kayu hingga tidak bisa berjalan, dan satu anak lainnya mengalami cedera di bahu.

Keduanya berusia 9 dan 11 tahun dan saat ini sudah dirawat di rumah sakit," ungkap Pendeta Dachi.

Ia menambahkan, sebelum penyerangan terjadi, dirinya diminta datang ke belakang rumah oleh Ketua RT dan Lurah.

Saat pertemuan berlangsung, ia diberi peringatan agar menghentikan kegiatan keagamaan yang sedang berlangsung.

Tak lama setelah itu, sekelompok orang menyerbu dan menghancurkan fasilitas rumah doa, menyebabkan ketakutan dan trauma pada anak-anak.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, menyatakan bahwa 9 orang telah diringkus dan pemeriksaan terus berlanjut.

“Kami masih menyelidiki motif serangan dan semua pelaku yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Solihin.

Baca Juga: Perbaikan Saluran Air Terkendala Izin, Warga Triharjo, Wates, Kulon Progo Wadul ke GKR Hemas 

Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf kepada umat Kristen atas insiden ini.

Ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh kurangnya komunikasi antara warga dan pengelola tempat ibadah.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi penting dalam kehidupan masyarakat kita. Kami menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” kata Fadly.


Peristiwa ini mendapat sorotan publik dan menuai respons dari berbagai tokoh lintas agama yang menyerukan pentingnya penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak beribadah bagi kelompok minoritas di Indonesia. (Oktavian Marionoven L)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#GKSI #anak-anak #Polisi #polda sumatera barat #Padang Sarai #agama #korban #Rumah Doa #umat kristen #kota padang #pelaku #intoleran #perusakan