RADAR JOGJA - Seorang pengemudi Mitsubishi Pajero Sport kembali membuat kehebohan di jalan raya.
Kali ini, pengemudi kendaraan tersebut menunjukkan pistol ke arah pengendara lain setelah melakukan aksi penyerempetan.
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan melalui akun X @youknowminn, yang memperlihatkan aksi cowboy jalanan di sekitar flyover Kalibata, Jakarta Selatan.
Meski demikian, unggahan tersebut tidak mencantumkan detail waktu kejadian.
Dalam narasi video yang diduga diunggah oleh korban, disebutkan bahwa peristiwa bermula ketika pengemudi Pajero Sport berusaha mengambil jalur kanan.
Namun, pengemudi lain tidak memberikan ruang akibat kondisi lalu lintas yang macet dan jarak antar kendaraan sangat sempit.
"Tiba-tiba mobil kami diserempet, diajak minggir malah ditodong pistol," tulis pengunggah video tersebut pada hari Sabtu (7/8/2024).
Kendaraan Pajero Sport berwarna hitam dengan nomor polisi B 1614 TJN tersebut dikemudikan oleh seseorang yang diduga pegawai Badan Intelijen Negara (BIN) dengan jabatan staf khusus.
Dalam video singkat yang beredar, terlihat pengemudi Pajero membuka kaca mobil, melontarkan kata-kata bernada tinggi, dan menunjukkan pistol.
Sementara itu, korban yang berada di mobil lain berusaha tetap tenang sambil mengucap istighfar.
Warganet yang melihat video tersebut ramai-ramai mendesak korban untuk melaporkan kejadian ini secara resmi ke pihak kepolisian, mengingat insiden ini melibatkan penggunaan senjata api di jalan raya.
Menanggapi insiden tersebut Yannes Pasaribu seorang pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, bahwa desain SUV yang besar seperti Pajero Sport dapat mempengaruhi kepercayaan diri pengemudinya.
Menurutnya, mobil SUV jenis ladder frame masuk dalam kategori kendaraan 'alpha,' sehingga membuat pengemudi merasa lebih dominan dan kuat di jalan raya.
Yannes juga menambahkan, kendaraan dengan desain ekspansif cenderung menciptakan citra kekuatan dan dominasi, baik melalui dimensi, tampilan visual, audio, maupun merek yang merepresentasikan eksklusivitas.
Pun pemilik mobil SUV besar juga disebut kerap kali menyalahgunakan kendaraannya untuk kepentingan pribadi, dengan merasa lebih berkuasa di jalan raya.
Menurut Yannes, kendaraan dengan desain tersebut dapat mempengaruhi psikologi pengemudinya, sehingga mereka merasa lebih hebat dan kuat dibandingkan pengguna jalan lainnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh Sony Susmana Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang menekankan bahwa pengemudi kerap memanfaatkan ukuran kendaraan besar untuk bersikap arogan di jalan raya.
Menurutnya, pengemudi mobil tinggi dan besar sering merasa lebih prioritas dibandingkan pengendara lain.
meski begitu, tidak semua pengguna mobil besar bersikap arogan. Banyak pengemudi Pajero Sport dan Fortuner yang justru mengemudi dengan sopan dan defensif di jalan.
Menurut Sony, meskipun ia menggunakan Fortuner, ia lebih sering mengalah dan memberikan ruang bagi pengendara lain, terutama di persimpangan jalan.