Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paus Fransiskus Mengecam Aksi Israel melalui Pesan Natal

Fatimah Rizqi Zanjabil • Selasa, 26 Desember 2023 | 19:20 WIB
Momen Pemimpin umat Katholik,Paus Fransiskus menyampaikan pidato pada perayaan natal dari Balkon utama Bsilika Santo Petrus di Vatikan  ( voaindonesia.com )
Momen Pemimpin umat Katholik,Paus Fransiskus menyampaikan pidato pada perayaan natal dari Balkon utama Bsilika Santo Petrus di Vatikan ( voaindonesia.com )


RADAR JOGJA - Paus Fransiskus, melalui pesan Natalnya, menyampaikan kecaman terhadap tindakan Israel yang memicu kontroversi dan mengundang perhatian dunia internasional.

Dalam pesan Natal yang disampaikannya di Kota Vatikan, Paus mengungkapkan keprihatinan mendalamnya terhadap konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut.

Dilansir dari laman Reuters, Selasa (26/12) Dalam pidatonya di hari Natal “ Urbi et Orbi’ (kepada kota dan dunia), Paus Fransiskus menyampaikan pesannya dengan nada keprihatinan yang mendalam, menyerukan perdamaian dan keadilan di wilayah yang terus diselimuti ketegangan tersebut.

Beliau mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi dan menyampaikan dukacita atas penderitaan yang dialami oleh warga sipil.

Paus Fransiskus juga menyatakan bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 silam adalah sebuah "kekejian", dan menyerukan untuk pembebasan terhadap sekitar 100 sandera yang masih ditawan di Gaza.

Dia juga menambahkan bahwa anak-anak yang terbunuh dalam perang, termasuk di Gaza, sebagai "Yesus kecil di masa kini" serta serangan Israel di sana bagaikan "panen yang mengerikan" bagi warga sipil tak berdosa.

Di hadapan ribuan orang yang memadati balkon tengah Basilika Santo Petrus, ia juga menyampaikan kritiknya terhadap industri persenjataan, dan menyatakan bahwa industri ini pada intinya mengontrol "serangkaian boneka perang".

Paus Fransiskus, kini memasuki Natal ke-11 dalam masa kepausannya, turut menyuarakan pengakhiran konflik, entah itu politik, sosial, maupun militer di berbagai negara, termasuk Ukraina, Suriah, Yaman, Libanon, Armenia, dan Azerbaijan. Beliau juga menyinggung hak-hak warga sipil dan imigran di seluruh dunia.

“Betapa banyak anak tak berdosa yang dibantai di dunia kita.

Dalam rahim ibu mereka, dalam pengembaraan yang dilakukan dalam keputusasaan dan pencarian harapan, dalam kehidupan semua anak kecil yang masa kecilnya dihancurkan oleh perang.

Mereka adalah Yesus kecil dari hari ini,” ucapnya.

Disamping itu, Paus juga memohon agar operasi militer yang melibatkan warga sipil tak berdosa diakhiri.

Paus selanjutnya menyampaikan sebuah solusi dengan menyediakan bantuan kemanusiaan bagi para korban perang.

Minggu lalu, laporan dari badan yang diprakarsai PBB menyebutkan bahwa 2,3 juta penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan, dengan risiko kelaparan yang meningkat setiap harinya.

Editor : Bahana.
#paus fransiskus #Israel #Kecam