RADAR JOGJA – Sony adalah perusahaan konglomerat Jepang yang bisnisnya meliputi elektronik, seperti konsumen dan professional, hiburan, permainan, dan layanan keuangan. Sony didirikan pada 7 Mei 1956.
Sony sempat memberikan kabar mengejutkan bahwa ada kelompok hacker mengklaim telah membobol sever Sony.
Kelompok ini meminta uang tebusan ke Sony dan ditolak. Kelompok ini berhasil mengakses lebih dari 6.000 file dari Sony Group Corporation dan Sony Corporation. Kelompok grup ini bernama CL0P.
Dilansir dari gamedaim, menurut Sony Interactive Entertaiment, kebocoran melibatkan platform transfer file MOVEit yang digunakan oleh karyawan dan dikembangkan oleh vendor TI pihak ketiga, Progress Software.
Ada sekitar 6,800 karyawan Sony yang terkena dampak dari kejadian tersebut. Kebocoran data kedua terjadi akhir bulan lalu, Sony melaporkan jika dara berukuran 3,14 GB dicuri dari sistem mereka.
Bocoran dataset berisi detail untuk platform SonarQube, sertifikat, Creators Cloud, dan informasi lainnya.
Sony telah memperkerjakan ahli forensik pihak ketiga untuk menemukan jika kebocoran data tersebut terjadi di sebuah server di Jepang yang digunakan untuk pengujian internal bagi bisnis Entertaiment, Technology dan Services (ET&S) dari Sony. Server ini telah ditutup untuk diselidiki lebih lanjut.
Sony Interactive Entertaiment menyediakan layanan pemantauan kredit dan pemulihan identitas secara gratis bagi karyawannya yang terkena dampak. Mereka juga meminta untuk mengawasi tanda – tanda pencurian identitas atau penipuan. (Juliana Belence/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.