JOGJA - PSIM Jogja resmi merekrut kiper baru setelah cederanya dua kiper andalan mereka yaitu Sendri Johansyah dan Wahyu Tri Nugroho dalam dua laga sebelumnya yang dijalani oleh Laskar Mataram.
Krisis kiper yang dialami Laskar Mataram lantaran hanya menyisakan satu pemain saja di sektor penjaga gawang yakni Khairul Fikri.
Hal itu membuat manajemen bergerak cepat dengan bersurat kepada PT LIB selaku operator Liga 2 2023.
PT LIB selaku operator Liga 2 menyetujui permintaan PSIM dengan syarat kiper yang direkrut harus free agen.
Manajemen pun melakukan serangkaian diskusi dan beberapa nama sempat dikaitkan. Satu di antaranya yakni Shahar Ginanjar yang sekarang memperkuat Kalteng Putera.
Hanya saja pilihan Kas Hartadi selaku pelatih kepala dan juga manajemen jatuh kepada Taopik Hidayat
Setelah melalui beberapa tahapan akhirnya PSIM Jogja memilih Taopik Hidayat sebagai penjaga gawang baru Laskar Mataram.
Taopik Hidayat akan saling bahu membahu dengan Khairul Fikri Maarif sebagai penjaga gawang PSIM di Liga 2 musim ini.
Keduanya akan menjadi pilihan di bawah mistar PSIM sembari menunggu kesembuhan dua kiper lainnya yakni Wahyu Tri Nugroho dan Sendri Johansah yang dibekap cedera.
Pelatih PSIM Jogja Kas Hartadi membenarkan jika pihaknya sudah mendatangkan kiper baruTaopik Hidayat untuk musim ini. Sehingga, untuk menghadapi Nusantara United mendatang PSIM Jogja sudah tidak lagi mengalami krisis kiper.
"Iya betul kami sudah datangkan Taopik Hidayat," ujarnya (8/10).
Kas Hartadi membeberkan kalau sekarang, kiper baru tersebut sudah berada di Jogja dan juga telah ikut menjalani latihan dengan para pemain PSIM Jogja.
"Taopik sudah gabung dengan tim," tegasnya.
Menurut Kas Hartadi mengapa memilih Taopik Hidayat. Alasannya karena menurutnya, mantan kiper dari PSKC Cimahi itu sudah mempunyai pengalaman dan jam terbang di Liga 2 dan Liga 3.
"Saat di PSKC menit bermainnya cukup banyak dan tampil bagus," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Medis sekaligus Dokter Tim PSIM Jogja, Rudolf Noer menjelaskan kalau Sendri mengalami cedera di PCL (posterior cruciate ligament) dan meniskus atau bagian bantalan sendi yang bermasalah.
Hal itu disebabkan karena kemarin waktu mendarat setelah duel udara tumpuannya kurang sempurna saat jatuh.
"Jadi kalau kemarin mungkin ada ketakutan di bagian ACL (anterior cruciate ligament). Tapi ACLnya, alhamdulillah aman," tegasnya.
Menurut Rudolf pemulihan Sendri sebenarnya butuh observasi sekitar sebulan. Namun dua minggu pertama akan dilihat dan dikontrol lagi kondisi pemain tersebut.
"Atau kita berikan tindakan yang dibutuhkan dari ortopedi terhadap Sendri seperti injeksi dan terapi," tegasnya.
Sementara itu untuk kondisi Wahyu Tri Nugroho. Rudolf menyebut masih membutuhkan observasi. Sebab pemain tersebut juga masih butuh pemulihan empat sampai enam minggu lagi.
"Wahyu sudah diberikan tindakan. Dan setelah kami lakukan intervensi biasanya bisa lebih cepat juga," tandasnya. (ayu).
Editor : Amin Surachmad