Tim Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen Muhammad Mustanir menyebut, penetapan lokasi exit tol di kawasan Palbapang masih belum diputuskan. “Ketika seksi dua selesai (dan diputuskan exit tol berada di kawasan Borobudur), diharapkan laju harian rata-rata (LHR) bisa meningkat,” ujarnya, Kamis (11/5).
Dengan begitu, kendaraan yang masuk lewat jalan tol Jogja-Bawen akan jauh lebih meningkat dibanding hanya dibuka di seksi satu, di Banyurojo, Tempel, Sleman. Bupati Magelang pun telah berkirim surat kepada Kementerian PUPR terkait pergeseran lokasi exit tol. Namun, belum ada pembahasan lanjutan terkait hal itu.
Tetapi, lanjut dia, lokasi exit tol Jogja-Bawen dimungkinkan tidak jauh dari rencana sebelumnya. Tetap berada di wilayah Kecamatan Mungkid. Usulan tersebut ada pergeseran beberapa ratus meter ke arah utara, mendekati lapangan Desa Bojong.
Dia menyebut, kemungkinan akan ada pergeseran lokasi dari rencana semula. Terlebih, dari basic design dan yang diajukan, sudah ada pergeseran. “Yang pasti (lokasi exit tol) ada empat, yaitu di Kota Magelang, Pringsurat Temanggung, Ambarawa, dan seksi satu ada di Tempel, Sleman. Sebetulnya ada enam, tapi yang dua (lokasi exit tol) sudah terkoneksi dengan tol existing,” sebutnya.
Sementara terkait dengan progres pembebasan lahan jalan tol Jogja-Bawen seksi satu di Jogja dan Desa Bligo, Ngluwar, Magelang sekitar 67 persen. Untuk seksi dua, progresnya mencapai lebih dari 55 persen. Sedangkan seksi tiga, tahap inventarisasi dan identifikasi sudah rampung. Saat ini, masih dalam proses pengolahan data.
Mustanir menambahkan, untuk konstruksi di seksi dua rencananya akan dilaksanakan pada trisemester ketiga atau bulan September. “Konstruksinya akan dimulai pada September dan berlanjut dari seksi satu. Artinya dari Desa Bligo, Ngluwar. Lalu, lanjut di Muntilan dan Mungkid,” urainya. (aya/pra) Editor : Editor Content