Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Klub Lain Sibuk Resmikan Para Pemain Baru di Masa Transisi Kompetisi, Van Gastel Tak Terpengaruh dan Pilih Fokus Bangun Identitas

Fahmi Fahriza • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:18 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Aktivitas bursa transfer menuju BRI Super League 2026/2027 semakin memanas. Sejumlah klub mulai memperkenalkan amunisi baru untuk menyambut musim depan. Tim-tim papan atas seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, hingga Persebaya Surabaya bahkan tampil agresif dengan mendatangkan sejumlah pemain demi memperkuat persaingan di jalur juara.

Namun, pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tidak ikut larut dalam hiruk pikuk tersebut. Di masa transisi kompetisi menuju musim 2026/2027, pelatih asal Belanda itu memilih memusatkan perhatian pada perkembangan timnya sendiri ketimbang memikirkan kekuatan para rival.

Bagi Van Gastel, fokus utama seorang pelatih bukanlah mengkhawatirkan aktivitas klub lain di bursa transfer, melainkan memastikan identitas permainan timnya terus berkembang.

"Saya tidak terlalu khawatir dan memikirkan tim lain. Saya fokus pada tim saya sendiri dan bagaimana kami ingin bermain," ujar Van Gastel, Rabu (15/7).

Baca Juga: Rashdul Kiblat di Jogja Terjadi Sore Hari, Kemenag DIY Ajak Warga Cek Ulang Arah Kiblat Rumah dan Masjid

Pernyataan itu mencerminkan pendekatan yang selama ini dipegang mantan asisten pelatih Feyenoord tersebut. Meski mengakui setiap lawan memiliki kualitas dan dapat memperkuat skuadnya, ia menilai fondasi utama sebuah tim tetap berada pada konsistensi menjalankan filosofi bermain yang telah dibangun.

Van Gastel juga menegaskan, bahwa setiap pertandingan di kompetisi Indonesia memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Karena itu, ia tidak ingin terlalu banyak menghabiskan energi memikirkan kekuatan lawan.

"Setahun di Indonesia, saya merasa setiap pertandingan di sini sulit. Karena itu saya lebih fokus ke tim saya sendiri dan memaksimalkan gaya bermainnya," katanya.

Pendekatan tersebut diperkirakan tetap menjadi pegangan PSIM dalam menyambut musim baru. Di tengah gencarnya aktivitas transfer klub-klub pesaing, Laskar Mataram justru lebih menitikberatkan pembentukan identitas permainan dan penyempurnaan sistem yang diinginkan sang pelatih.

Van Gastel memercayai, bahwa fondasi permainan yang kuat akan menjadi modal penting bagi PSIM untuk bersaing di BRI Super League 2026/2027, terlepas dari seberapa besar kekuatan yang dibangun para rival melalui bursa transfer.

"Kami tidak dalam tujuan yang sama dengan tim-tim besar di papan atas yang memburu juara. Jadi saya fokus ke tim saya sendiri saja," bebernya. (iza)

Editor : Bahana.
Van Gastel PSIM Jogja