Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Didukung Dana Keistimewaan, Perkuat Lumbung Mataraman

K
Penulis: Kusno S Utomo❯

Advertisement

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: Lumbung Mataraman Wukirsari, Imogiri, Bantul, masuk percontohan di antara empat kalurahan yang mengalami revitalisasi. Tujuannya, membangun kemandirian pangan, dan mendukung penanganan kemiskinan. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: Lumbung Mataraman Wukirsari, Imogiri, Bantul, masuk percontohan di antara empat kalurahan yang mengalami revitalisasi. Tujuannya, membangun kemandirian pangan, dan mendukung penanganan kemiskinan. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 

 

Advertisement

Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPESDM Bangun 90 Lokasi Irigasi Tersier

 

Advertisement

JOGJA - Bidang Sumber Daya Air dan Drainase (SDAD) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY kembali melaksanakan kegiatan pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier. Tahun ini, 2026 ada 90 titik lokasi yang dibangun. Tersebar di empat kabupaten dan satu kota se-DIY.

 

“Pembangunan didukung dengan dana keistimewaan. Salah satu tujuannya dalam rangka ikut memperkuat program Lumbung Mataraman,” ujar Kepala Bidang SDAD Dinas PUPESDM DIY Subarja dihubungi di kantornya, kemarin (6/8).

 

Tujuan peningkatan saluran irigasi tersier itu demi memperbaiki sistem distribusi air untuk pertanian agar lebih optimal dan merata. Setiap titik lokasi dianggarkan rata-rata sejumlah Rp 200 juta. Dengan demikian, total dukungan anggaran dari dana keistimewaan ada sebanyak Rp 18 miliar. “Kegiatan ini ada di urusan keistimewaa bidang kebudayaan,” terang Subarja.

Tentang lokasi pembangunan antara lain ada di Kabupaten Gunungkidul. Tepatnya di saluran irigasi Simo-Payaman yang berada di kawasan Kapanewon Semin, Ponjong dan Kapanewon Karangmojo. Saluran irigasi Simo berfungsi mengairi persawahan di wilayah Kapanewon  Ponjong dan Karangmojo.

 

Peningkatan saluran irigasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pasokan air irigasi. Menjaga produktivitas pertanian dan mendukung keberlanjutan pertanian masyarakat di wilayah yang teraliri irigasi tersebut. Sedangkan irigasi Payaman berfungsi mengairi lahan pertanian di wilayah Kapanewon Semin.

 

Di Kapanewon Semin ini terdapat Lumbung Mataraman Bendung. Sesuai dengan Instruksi Gubernur DIY No. 5504 Tahun 2026 tentang Revitalisasi Lumbung Mataraman, Kalurahan Bendung, Semin, menjadi salah satu dari empat yang menjadi percontohan. 

 

Revitalisasi itu merupakan bagian dari percepatan pengembangan model Lumbung Mataraman yang sebelumnya telah dirintis. Sekaligus sebagai langkah Pemda DIY memperkuat pemberdayaan masyarakat, membangun kemandirian pangan, dan mendukung penanganan kemiskinan.

 

Sedangkan di Kabupaten Bantul dilakukan peningkatan saluran irigasi tersier berada di daerah Selopamioro, Imogiri. Di Kapanewon Imogiri terdapat dua Lumbung Mataraman. Pertama, Lumbung Mataraman Wukirsari. Kedua, Lumbung Mataraman Sriharjo. Adapun yang masuk dalam percontohan revitalisasi sebagaimana instruksi gubernur adalah Lumbung Mataraman Wukirsari, Imogiri, Bantul.

 

Peningkatan saluran irigasi tersier di Kabupaten Sleman dilakukan di kawasan Jogotirto, Berbah. Selanjutnya, di Kabupaten Kulon Progo di antaranya, diadakan di Kapanewon Galur. “Untuk Kota Yogyakarta lokasinya kecil-kecil seperti di daerah Gedongkuning yang berbatasan dengan Kapanewon Banguntapan, Bantul,” terang Subarja.

 

Tak hanya mendapatkan dukungan peningkatan saluran irigasi tersier, Bidang SDAD Dinas PUPESDM DIY juga membangun sejumlah sumur bor. Lokasinya ada di satuan ruang istimewa (SRI). Kabupaten Gunungkidul ada di kawasan Pegunungan Seribu. Sumur bor dibangun di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk. 

 

Sedangkan Kabupaten Bantul dibangun di kawasan Makam Raja-Raja Mataram Imogiri. Selanjutnya Kulon Progo di daerah perbukitan Menoreh. Lokasinya di Dusun Nyemani dan Dusun Madigondo, Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Setiap titik sumur bor dialokasikan anggaran Rp 600 juta. Dengan begitu dukungan dana keistimewaan mencapai Rp 2,4 miliar. “Kalau yang sumur bor kegiatannya dalam urusan keistimewaan bidang tata ruang,” terang Subarja.

 

Kembali ke peningkatan saluran irigasi tersier merupakan bagian akhir dari sistem irigasi yang langsung mengalirkan air ke lahan pertanian. Perbaikannya berdampak langsung pada kelancaran distribusi air ke petak-petak sawah. Efisiensi penggunaan air dalam budidaya pertanian. Peningkatan hasil panen dan pendapatan petani. Penguatan kelembagaan perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam pengelolaan sumber daya air.

 

Menurut Subarja, dengan dukungan dana keistimewaan, pembangunan irigasi tersier  menjadi bukti nyata bahwa kebijakan keistimewaan dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.  “Khususnya bagi petani dalam rangka mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan,” tandasnya. (kus)

 

 

 

 

  

 

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Beri Sinyal Evaluasi Pengangkatan Atik, Dengarkan Masukan Masyarakat, Sekprov DIY Konsultasi ke BKN

Beri Sinyal Evaluasi Pengangkatan Atik, Dengarkan Masukan Masyarakat, Sekprov DIY Konsultasi ke BKN

Aksi protes diam-diam yang disuarakan sejumlah ASN di lingkungan Pemprov DIJ  menyikapi pengangkatan Atik Sudarmi sebagai kepala Dinas Pariwisata DIJ rupanya didengar atasan mereka. Ini dibuktikan dengan sikap yang ditun

Ratusan Pelayat Lepas Gandung Pardiman, Ora Pelit, Sering Ngajak Ngopi sebelum ke Jakarta

Ratusan Pelayat Lepas Gandung Pardiman, Ora Pelit, Sering Ngajak Ngopi sebelum ke Jakarta

Ratusan pelayat menghadiri pemakaman politikus senior Partai Golkar Gandung Pardiman di makam keluarga, Padukuhan Kerjo 2, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul, Selasa (27/10). 

TMMD Umbulrejo Rampung, Rp 300 Juta Tuntaskan Seluruh Sasaran di Ponjong, Gunungkidul

TMMD Umbulrejo Rampung, Rp 300 Juta Tuntaskan Seluruh Sasaran di Ponjong, Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf. Alfian Yudha Praniawan saat penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III di Umbulrejo, Ponjong, Kamis (13/8/2026). (Dok. Pemkab Gunungkid

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer