Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinonaktifkan! Sebanyak 10 Ribu Data PKH Terindikasi Judol di Bantul

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi. Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

BANTUL - Dinas Sosial (Dinsos) Bantul mencatat sekitar 10 ribu data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Bantul dinonaktifkan setelah terindikasi melakukan judi online (judol), pinjaman online (pinjol), maupun penggunaan bantuan yang tidak sesuai peruntukannya.

Sehingga, dipastikan tidak akan menerima bantuan pada periode penyaluran bulan ini atau trimester ini.

"Sudah dihentikan, karena pada pembayaran PKH periode ini dia sudah tidak menerima,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi, Kamis (6/8/2026).

Jazim mengaku belum mengetahui sebaran penerima yang dinonaktifkan karena hingga kini pihaknya belum menerima rincian data dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab, kewenangan penghentian bantuan berada di Kemensos, sedangkan dinsos hanya menerima data.

Data penerima yang terindikasi judol maupun pinjol berasal dari hasil penelusuran PPATK yang kemudian diteruskan kepada Kemensos sebagai dasar penghentian bantuan.

Advertisement

Kendati demikian, hingga kini 10 ribu penerima PKH yang terindikasi terlibat judol belum melapor ke instansinya karena penghentian bantuan baru dilakukan pada penyaluran Agustus ini. 

Proses penyaluran bantuan PKH diberikan melalui rekening bank masing-masing penerima. Bantuan diberikan kepada masyarakat desil 1 hingga 4 dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan komponen yang dimiliki.

Meliputi komponen pendidikan bagi anak usia sekolah SD, SMP, dan SMA, komponen kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan balita, serta komponen kesejahteraan sosial bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. 

Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga pun berbeda-beda, bergantung pada komponen yang dimiliki. Nominal bantuan berkisar antara Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, hingga Rp 600 ribu.

"Sebelum dilakukan penonaktifan, jumlah penerima PKH di Bantul tercatat sekitar 54 ribu keluarga penerima manfaat,” bebernya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sudah Masuk SMP tapi Masih Berseragam SD, Seragam Gratis Belum Dibagikan: Ini Alasan Pemkab Bantul

Sudah Masuk SMP tapi Masih Berseragam SD, Seragam Gratis Belum Dibagikan: Ini Alasan Pemkab Bantul

Distribusi seragam sekolah gratis dari Pemkab Bantul belum juga dilakukan, meski hampir satu bulan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Akibatnya, tak sedikit orang tua (ortu) siswa memilih membeli seragam mandiri ..

Terseret Kasus Dugaan Pungli, Surat Rekomendasi Pemberhentian Dukuh Banyon Masuk ke Bupati Bantul

Terseret Kasus Dugaan Pungli, Surat Rekomendasi Pemberhentian Dukuh Banyon Masuk ke Bupati Bantul

Proses pemberhentian Dukuh Banyon, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Zuhada Muhammad memasuki tahap penentuan di tingkat Pemerintah Kabupaten Bantul. Setelah memperoleh rekomendasi Panewu Sewon, usulan ...

Kasus HIV di Bantul Didominasi Usia Produktif, Dinkes Gencarkan Edukasi dan VCT Mobile

Kasus HIV di Bantul Didominasi Usia Produktif, Dinkes Gencarkan Edukasi dan VCT Mobile

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat 74 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga akhir Juni 2026. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif 20–29 tahun, dengan sebaran kasus ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer