Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dugaan Keracunan MBG di Prambanan Sleman, 25 Siswa SD Terdampak

DA
Ilustrasi siswa SD keracunan MBG
Ilustrasi siswa SD keracunan MBG

Advertisement

 

SLEMAN - Dugaan keracunan makanan yang diduga dari program makan bergizi gratis (MBG) kembali terulang di Kabupaten Sleman. Kali ini, peristiwa terjadi pada Senin (3/8) lalu di sejumlah sekolah dasar di Kapanewon Prambanan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menuturkan, ada 25 siswa SD yang bergejala dan tiga di antaranya di bawa ke rumah sakit.

Advertisement

Untuk sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengecekan. "Sampel makanan sesuai dengan menu yang disajikan," katanya saat dihubungi, Kamis (6/8). 

Menu yang disajikan pada Senin (3/8) itu adalah nasi, ayam goreng mentega, kacang panjang rebus, orek tempe, dan anggur.

Sementara pada Selasa (4/8) adalah ikan filet tiram, tahu bumbu kuning, buncis jagung ditumis, dan semangka iris. Masih dilakukan pelacakan menu mana yang mungkin berpotensi penyebab keracunan. "Gejala biasanya memang enggak langsung, paling cepat lima jam," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menjelaskan, gejala yang muncul adalah sakit perut, diare, dan muntah. Untuk para siswa sudah ditangani sementara tindaklanjutnya dilakukan dengan penyelidikan epidemiologi.

Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk kemudian kini masih menunggu terkait hasilnya.  "Soal MBG itu kami belum bisa memastikan terduganya, karena masih harus butuh pemeriksaan di laboratorium," katanya.

Dia sebut saat ini penanganan masih terus dilakukan. Termasuk memastikan apakah para siswa sudah kembali ke sekolah atau masih ada yang ditangani di rumah sakit. Cahya menegaskan,  saat ini terus dilakukan evaluasi, termasuk dari Satgas MBG di tingkat kabupaten.

Hal senada disampaikan Panewu Prambanan Purwati. Dia kemarin lusa ada sejumlah siswa yang mengeluh mual maupun muntah. Selanjutnya telah dilakukan tindak lanjut untuk penanganannya. 

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dugaan Keracunan MBG di Kulon Progo, Siswa dan Guru SMPN 1 Nanggulan Juga Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG di Kulon Progo, Siswa dan Guru SMPN 1 Nanggulan Juga Jadi Korban

Kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kapanewon Nanggulan memasuki babak baru. Pasalnya, tak hanya siswa SMKN 1 Nanggulan yang merasakan gejala keracunan.

Dugaan Keracunan MBG Nanggulan Tembus 178 Orang, Dinkes Kulon Progo Kesulitan Uji Sampel Makanan

Dugaan Keracunan MBG Nanggulan Tembus 178 Orang, Dinkes Kulon Progo Kesulitan Uji Sampel Makanan

Korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, melunjak hingga mencapai 178 orang yang terdiri dari 176 siswa dan dua tenaga pendidik. Meski data korban telah...

BGN Hentikan Operasional SPPG Nanggulan buntut Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Kulon Progo

BGN Hentikan Operasional SPPG Nanggulan buntut Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Kulon Progo

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nanggulan Jatisarono, Kulon Progo. Langkah tegas ini diambil menyusul dugaan keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer