SLEMAN - Mimpi PSS Sleman untuk mengangkat trofi juara Championship Series musim 2025/2026 harus sirna secara tragis. Bermain di depan pendukung sendiri, Laskar Sembada dipaksa menyerah oleh Garudayaksa FC lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 6-5 (2-2) di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (9/5) malam.
Sama seperti ketika PSS Sleman turun kasta pada musim 2024/2025 lalu. Atas kekalahan tersebut para suporter meluapkan kekecewaannya.
Setelah Gustavo Tocantins gagal mencetak gol di tendangan penentu saat adu pinalti. Para Sleman Fans langsung menyalakan flare dan petasan di dalam stadion.
Baca Juga: PSS Sleman Jangan Mampir Ngombe di Super League
Sebenarnya laga antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC ini berjalan sangat menarik. Sejak peluit kick-off ditiupkan, tensi pertandingan langsung memanas. Kedua tim memperagakan permainan terbuka dengan intensitas tinggi. Namun, petaka bagi tuan rumah bermula di menit ke-22. Lewat skema serangan balik cepat, Alfin Faiz berhasil lolos dan memperdaya kiper PSS Sleman, Ega Rizky Pratama. Skor 1-0 untuk tim tamu.
Kondisi semakin sulit bagi PSS Sleman di menit ke-34. Bek senior Fachruddin Aryanto dianggap melakukan pelanggaran di area terlarang. Setelah melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih.
Striker asing Garudayaksa FC Everton Nascimento yang maju sebagai algojo tak menyia-nyiakan peluang dan membawa timnya unggul 2-0 hingga turun minum.
Tak ingin malu di kandang, pelatih PSS Sleman langsung melakukan penyegaran di babak kedua. Terens Puhiri dan Figo Dennis ditarik keluar, digantikan oleh Irvan Mofu dan Junior Haqi.
Strategi itupun terbukti ampuh dan mengubah alur serangan. Pada menit ke-60, Gustavo Tocantins memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan matang Saiful Djoge. Skor berubah menjadi 1-2.
Setelah itu, PSS Sleman berhasil menyamakan kedudukan. Pada menit ke-76, publik Maguwoharjo kembali bersorak. Itu saat Tocantins kembali menjebol gawang Garudayaksa FC. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena pemain nomor punggung 11 itu sudah terjebak posisi offside.
Tak ingin malu, di sisa waktu krusial, mentalitas pantang menyerah ditunjukkan oleh anak-anak Sleman. Gustavo Tocantins kembali mencetak gol keduanya setelah menyambar bola liar di dalam kotak penalti. Skor imbang 2-2 memaksa laga berlanjut ke extra time.
Memasuki babak perpanjangan waktu, tempo sedikit menurun, namun dominasi tetap dipegang PSS Sleman. Arda Alfareza dan kawan-kawan berkali-kali menggempur pertahanan Garudayaksa FC. Namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tetap kacamata hingga peluit akhir extra time. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui drama adu penalti.
Di fase yang menguras adrenalin ini, keberuntungan belum berpihak pada PSS Sleman. Sebab tim Super Elja harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dengan skor penalti 3-4 (total skor 5-6).
Editor : Heru Pratomo