Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Lava Meluncur Hingga 2 Kilometer ke Barat Daya

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

Advertisement

 SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama periode 31 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu kembali memunculkan satu kali awan panas guguran serta puluhan guguran lava pijar ke sektor barat daya.

Selama satu hari pengamatan, petugas mencatat satu kejadian awan panas guguran dengan durasi sekitar 148 detik. Selain itu, sebanyak 11 kali guguran lava teramati meluncur ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer dari puncak.

Secara visual, kondisi puncak Merapi umumnya terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati membumbung setinggi sekitar 25 hingga 50 meter di atas puncak. Cuaca di sekitar gunung bervariasi mulai dari cerah, berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar 16,7–26 derajat Celsius.

Advertisement

Data kegempaan juga menunjukkan aktivitas internal Merapi masih cukup tinggi. Dalam periode tersebut, BPPTKG merekam 85 kali gempa guguran, 88 gempa hybrid atau fase banyak, serta 13 gempa vulkanik dangkal. Rangkaian gempa tersebut mengindikasikan suplai magma ke tubuh gunung masih terus berlangsung.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan mengapa status Gunung Merapi hingga kini tetap berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG menegaskan bahwa aktivitas vulkanik masih berpotensi menghasilkan guguran lava maupun awan panas guguran, terutama ke sektor yang selama ini menjadi jalur aliran material.

Advertisement

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lereng Merapi diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan. Potensi bahaya guguran lava dan awan panas saat ini diperkirakan mengancam sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan potensi jangkauan hingga 7 kilometer.

Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya berada di alur Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak. Apabila terjadi letusan eksplosif, material vulkanik juga berpotensi terlontar dalam radius sekitar 3 kilometer dari kawah.

BPPTKG mengingatkan bahwa data pemantauan masih menunjukkan adanya pasokan magma dari dalam bumi. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu di dalam kawasan potensi bahaya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di area yang telah ditetapkan sebagai zona rawan.

Selain ancaman guguran lava, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dan awan panas guguran ketika hujan turun di kawasan puncak maupun lereng Merapi. Material vulkanik yang masih menumpuk di hulu sungai dapat terbawa aliran air dan membahayakan wilayah hilir.

Potensi gangguan akibat hujan abu juga perlu diantisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi. Warga disarankan menyiapkan perlengkapan pelindung seperti masker dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPPTKG maupun pemerintah daerah.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Unik, PDI Perjuangan Kota Jogja Selenggarakan Simulasi Bencana dan Penanaman Pohon di Momen Pelantikan Pengurus: Ini Alasannya!

Unik, PDI Perjuangan Kota Jogja Selenggarakan Simulasi Bencana dan Penanaman Pohon di Momen Pelantikan Pengurus: Ini Alasannya!

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Jogja menerapkan cara unik untuk melantik jajaran pengurus partai. Yakni ditambah simulasi penyelamatan bencana dan penanaman ratusan bibit pohon di Sungai Gajahwong pada..

Mengabadikan Bencana, Merawat Ingatan, dan Menyalakan Harapan di Omah Petroek, Sleman

Mengabadikan Bencana, Merawat Ingatan, dan Menyalakan Harapan di Omah Petroek, Sleman

Deretan karya foto jurnalistik berjajar rapi di Omah Petroek, Pakem, Sleman, Sabtu (25/7). Setiap bingkai memotret pilu, ketangguhan, sekaligus asa dari bumi Sumatra. 

Pantau Kemiskinan hingga Bencana secara Real-Time, Bupati Endah Ingin Gunungkidul Punya War Room

Pantau Kemiskinan hingga Bencana secara Real-Time, Bupati Endah Ingin Gunungkidul Punya War Room

Melonjak Signifikan, Indeks SPBE Kabupaten Gunungkidul Sukses Tembus Angka 4,07 Capaian SPBE Gunungkidul Meroket, Sekda Sri Suhartanta: Bukti Kerja Terpadu Seluruh OPD Terapkan Prinsip Better, Faster, Cheaper, Nilai Ko

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer