JOGJA – Tak ingin jadi tim musafir, yang bertanding di luar DIJ, PSIM Jogja terus mengupayakan bisa bermain di Maguwoharjo International Stadium (MagIS). Sesuai syarat dari Bupati Sleman, keamanan jadi faktor utama.
Karena itu manajemen PSIM Jogja langsung mengumpulkan perwakilan suporter dari Brajamusti dan The Maident. Melalui acara yang dikemas dengan tajuk, Guyub Sedulur di Wisma PSIM Baciro, Selasa (24/5) malam. Dalam kesempatan itu manajemen memaparkan update kondisi tim Laskar Mataram jelang berlaga di Liga 1.
Sementara itu Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna menambahkan, bukan tanpa alasan pihak manajemen bersikeras menjadikan MagIS sebagai kandang sementara di Liga 1 nanti. Mengingat Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul juga terkendala standarisasi baru dari PSSI, terutama terkait implementasi VAR.
Selain itu, opsi lain seperti Stadion Moch Soebroto di Magelang juga dinilai belum memenuhi standar Liga 1. Meskipun Stadion Manahan di Solo memenuhi syarat, tapi pihak manajemen PSIM Jogja sangat mempertimbangkan dampak psikologis tim.
"Statistik menunjukkan tim musafir biasanya mengalami kesulitan. Karena itu, kami benar-benar mengusahakan Maguwoharjo. Lapangan bagus dan suporter bisa hadir penuh, rasanya seperti benar-benar di kandang," ungkap Razzi.
Baca Juga: Barcelona Konfirmasi Akan Kembali ke Spotify Camp Nou Pada 10 Agustus
Sementara, salah satu perwakilan suporter Widya Wati menyoroti pentingnya tindak lanjut dan komunikasi berkelanjutan antara manajemen dan suporter.
Sebab menurutnya dengan adanya komitmen bersama tersebut, diharapkan PSIM Jogja dapat melangkah ke Liga 1 dan bisa terus mendapatkan dukungan penuh dari suporter dengan suasana yang kondusif
"Semoga diskusi ini tidak berhenti hanya menjadi sekadar diskusi, tapi ada tindakan nyata setelahnya. Ini adalah langkah awal komunikasi yang terbuka antara PSIM dan suporter, sehingga tidak ada lagi prasangka negatif yang menjadi bola liar," tegasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo