Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial Terhadap Emosi dan Pencarian Validasi Pada Remaja

Magang Radar Jogja • Jumat, 12 Desember 2025 | 22:56 WIB

Photo
Photo
Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja, baik untuk cari hiburan, mengikuti tren, maupun membangun pertemanan.

Meski memiliki berbagai manfaat, psikolog memberi peringatan bahwa penggunaan media sosial bisa mempengaruhi perkembangan perasaan dan identitas remaja yang masih dalam proses berkembang.

"Pengaruh paling signifikan adalah perubahan cara remaja membangun identitas diri atau bagaimana mereka mengenali dirinya," kata Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana.

Vera menjelaskan bahwa remaja adalah kelompok usia yang sangat peka terhadap pendapat orang lain.

Di masa ini, mereka sedang dalam proses penting untuk menemukan identitas diri, memahami siapa diri mereka, dan menempatkan diri dalam kelompok sosial tertentu.

Media sosial kemudian menjadi tempat besar yang membentuk cara remaja melihat dan mengenal diri mereka sendiri. 

Menurut Vera, media sosial penuh dengan standar pencapaian, gaya hidup, dan estetika tertentu.

Hal ini membuat remaja sering membandingkan diri mereka dengan orang lain, dan proses membanding-bandingkan ini terus terjadi setiap kali mereka mengulik konten.

Oleh karena itu, mereka lebih mudah mengalami perasaan emosi saat melihat komentar yang negatif, postingan teman yang terlihat lebih "sempurna", atau standar sosial yang tidak realistis. 

Media sosial juga bisa mengubah bagaimana remaja memahami penerimaan dari orang lain.

Banyak remaja merasa lebih percaya diri ketika postingan mereka mendapat banyak like atau komentar yang baik.

Namun, ketika respons yang diterima sedikit, mereka bisa merasa tidak disukai atau kurang baik.

Kondisi ini bisa mengganggu proses pembentukan identitas diri. Sebaliknya, remaja justru cenderung tumbuh berdasarkan nilai-nilai yang dianggap populer atau mencari validasi dengan cepat di dunia maya.

Selain memengaruhi identitas, penggunaan media sosial yang tidak terkendali juga bisa mengganggu kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Terpapar konten negatif, bullying cyber, hingga tekanan sosial di media sosial dapat menyebabkan perasaan cemas, FOMO, dan kesulitan mengendalikan emosi mereka.

Vera menegaskan bahwa membatasi waktu penggunaan layar saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah cara remaja memahami perasaan mereka saat menggunakan media sosial, serta peran keluarga dalam membantu mereka menghadapi tekanan tersebut.

Disamping itu, media sosial tetap memiliki bagian yang baik, seperti membantu remaja belajar hal baru dan menemukan kelompok teman yang sama minatnya.

Namun, tetap dibutuhkan bimbingan agar remaja bisa memahami batas penggunaan yang sehat.

Dengan pemahaman dan bimbingan yang tepat, media sosial bisa menjadi tempat untuk berbagi pikiran secara aman tanpa mengganggu pertumbuhan emosi dan identitas remaja.

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#psikolog #media sosial