Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Self Photo Studio Menjamur, Wadah Generasi Muda untuk Bisa Lebih Bebas Ekspresikan Diri

Cintia Yuliani • Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:45 WIB

 

Dosen Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam ISI Jogjakarta Novan Jemmi Andrea
Dosen Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam ISI Jogjakarta Novan Jemmi Andrea

JOGJA - Tren menjamurnya self photo studio disebut bukan hanya sekadar gaya hidup. Namun jadi ruang bermain baru bagi generasi muda. Khususnya untuk mengekspresikan diri dengan lebih bebas dan nyaman.

 

“Kalau motret sendiri lebih bebas. Ekspresi bisa lepas, kadang kalau ada fotografer justru malah canggung,” ujar Novan Jemmi Andrea, dosen Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Rabu (4/5). 

 Baca Juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Tugu Adipura Gunungkidul Gagal Dibangun: DLH Gunungkidul Sebut Sudah Dialokasikan Anggaran Senilai Rp 734 juta

Menurut Novan, self foto studio bukanlah hal yang baru. Awalnya populer dengan istilah photobox. Hanya saja, kini dibuat dengan tampilan lebih modern. Serta setting studio yang lebih proper, dan peralatan profesional.

 

Selain itu, self foto studio itu jadi pengalaman yang unik. Karena sambil pose, pengguna bisa langsung melihat hasilnya.

 Baca Juga: Cristian Romero Tampak Kecam Petinggi Tottenham Hotspur Yang Pecat Ange Postecoglou Beberapa Menit Setelah Perkenalkan Thomas Frank

Fenomena ini tidak hanya menghadirkan kesenangan. Tapi juga menimbulkan pertanyaan tentang peran fotografer ke depan. Sebab, studio jenis ini tidak lagi membutuhkan fotografer secara langsung.

 

“Dulu fotografer yang memotret, sekarang cukup mesin dan teknologi," jelasnya. 

 

Namun, kehadiran self photo studio belum berdampak krusial bagi profesi fotografer. Sebab fotografer masih bisa menawarkan produk foto lain. Seperti foto pernikahan di tempat terbuka.

 

Namun, Novan ikut menyoroti potensi penurunan kualitas fotografi dalam konteks artistik. “Kalau self photo, asal terang dan fokus sudah dianggap bagus,” sebutnya.

 

Padahal, lanjut Novan, yang sering terabaikan adalah dimensi artistik. “Tidak ada yang kasih arahan seperti coba pindah posisi, biar lebih berdimensi,” bebernya.

(cr2/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#photobox #studio #self photo studio #Fotografer #dosen #modern #generasi muda #Pose #program studi #Jogjakarta #Institut Seni Indonesia (ISI)