Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Afiliasi E-Commerce Bisa untuk Gaet Pasar, Ampuh Tingkatkan Penjualan

Guntur Aga Tirtana • Sabtu, 11 Mei 2024 | 17:05 WIB

 

TIDAK SAKLEK: Sejumlah produk seperti skincare, make up, peralatan dapur, hingga kebutuhan ibu dan anak bisa dipromosikan oleh afiliator.
TIDAK SAKLEK: Sejumlah produk seperti skincare, make up, peralatan dapur, hingga kebutuhan ibu dan anak bisa dipromosikan oleh afiliator.

RADAR JOGJA - Program afiliasi berupa pemasaran berbasis komisi lewat link refferal ini pun turut berdampak pada pelaku bisnis. Sebab pemilik produk tidak perlu menyiapkan konten untuk materi iklan.

Manager Digital Marketing Sovia Jewelry Dita Puspitasari mengatakan, belum lama ini membuka pendaftaran bagi lima afiliator. Pertimbangan ini karena agar pemasaran atau penjualan yang dilakukan bisa meningkat lebih maksimal.

"Sebetulnya belum berjalan banget, tapi kita open saja affiliate di TikTok," katanya kemarin (10/5).

Dita menjelaskan sejauh ini pendaftaran program afiliasi dibuka untuk penyedia jasa salah satu platform e-commerce TikTok saja. Mengingat platform media tersebut yang tengah naik daun.

"Tapi kita pilih berdasarkan booming-nya. Lima afiliator itu terekam langsung di dashbord. Tapi efeknya belum terlihat banget, soalnya cuma lima," bebernya.

Pertimbangannya untuk tidak banyak membuka affiliate adalah potongan komisi dan juga pajak dari platform yang tinggi. Komisi dari program afiliasi TikTok sebesar 10 persen. Setiap afiliator yang berhasil memasarkan produk dari tokonya akan mendapatkan 10 persen dari harga perhiasan. “Misal dia iklanin yang hrga Rp 1 juta, jadi Rp 100 ribu komisinya,” rincinya.

Dita pun tak memasang target penjualan untuk afiliator. Pada prinsipnya, mereka yang bisa menjualkan praktis akan mendapat komisi.

Selain melalui program afiliasi, brand ini juga melibatkan influencer untuk meningkatkan penjualan. Dan program ini lebih dulu berjalan sejak lama.

"Kalau afiliasi keuntungannya jatuhnya dapat promosi murah. Kalau influencer kan kita yang minta ngontenin, harganya juga sesuai rate card dia," jelasnya.

Menurutnya, biaya pemasaran melibatkan influencer ini justru lebih tinggi ketimbang program afiliasi. Sebab toko akan mengeluarkan pembayaran dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah untuk setiap konten.

"Kadang ada yang barter pake cincin, harga cincin dipotong sama rate card-nya kita tinggal bayar sisanya," ungkapnya.

Meski demikian, dua cara pemasaran tersebut diklaim cukup membantu meningkatkan penjualan dan jangkauan pasar yang lebih luas. Dari orang yang belum tahu produk Sovia Jewelry, menjadi mengenal produk tersebut.

"Kalau tanpa mereka (afiliator dan influencer, Red), (penjualan, Red) kurang," ucapnya. (wia/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#afiliasi #Affiliate marketing #shopee #TikTok