RADAR JOGJA – Setiap orang pasti memiliki cara makan yang berbeda-beda, sesuai dengan kenyamanan masing-masing.
Terdapat orang yang makan dengan perlahan maupun cepat. Namun pastinya terdapat anjuran oleh ahli gizi sebagaimana baiknya.
Menurut ahli gizi mengunyah makanan dengan lambat dapat berdampak pada berapa lama seseorang merasa kenyang setelah makan.
Memahami peran mengunyah makanan dengan lambat memanglah penting agar untuk menjaga kesehatan dan mengontrol asupan kalori juga memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Seorang ahli gizi yaitu Natalie Rizzo, MS, RD mengatakan bahwa jumlah mengunyah yang sesuai akan tergantung pada tekstur makanan yang dimakan.
Seperti contoh bila makan potongan daging yang keras perlu mengunyah makanan lebih dari 32 kali.
Sebagian orang mungkin akan mengunyah lebih lambat dan mengambil lebih banyak waktu antara tiap suapan.
Oleh karena itu, daripada berfokus pada angka berapa kali anda mengunyah, lebih baik fokus pada tekstur makanan di mulut anda dan ditelan ketika makanan telah lunak.
Dalam penelitian kecepatan makan anda dapat memengaruhi kesehatan anda dalam berbagai cara.
Studi menemukan bahwa orang dengan kecepatan makan yang tinggi cenderung memiliki asupan energi yang lebih tinggi dan respon gula darah yang lebih tinggi.
Oleh sebab itu makan dengan lambat diusulkan sebagai cara yang efektif untuk mengontrol asupan energi.
Mengunyah dengan lambat membantu kadar insulin yang tinggi setelah makan serta dapat membantu mengatur kadar gula darah dengan lebih baik, serta membuat anda merasa kenyang lebih lama.
Baca Juga: Suhu Panas Cetar Bisa Makin Panjang, BMKG Memprediksi Puncak Musim Kemarau pada Bulan Ini
Adapun mengunyah makanan secara lambat memiliki manfaat yaitu.
1. Menjaga kesehatan gigi
2. Mengoptimalkan proses pencernaan
3. Mengurangi risiko komplikasi
4. Menurunkan berat badan