RADAR JOGJA - Dalam hidup, tidak ada yang tahu pasti kapan masalah akan datang menerpa. Selain itu, cepat atau lambat, masalah kehidupan juga pasti akan datang sehingga perlu dipersiapkan dan diantisipasi seoptimal mungkin, termasuk terkait kondisi kesehatan. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan perlindungan dari asuransi kesehatan.
Ya, di antara sederet jenis asuransi yang tersedia dan bisa dipilih oleh masyarakat umum, asuransi kesehatan menjadi produk yang tak boleh dilewatkan manfaatnya. Hal ini dikarenakan produk asuransi tersebut memberi jaminan perlindungan dan uang pertanggungan terhadap besarnya biaya rumah sakit saat terserang penyakit.
Hanya saja, terkait perannya tersebut, ternyata masih ada beberapa orang yang salah memahami manfaat dari asuransi kesehatan atau produk asuransi secara umum. Selain itu, tergantung dari fase kehidupan yang telah dijalani, kepentingan dan keharusan memiliki asuransi ini juga perlu disesuaikan.
Selengkapnya, berikut adalah beberapa kekeliruan pemahaman akan asuransi kesehatan dan sederet manfaatnya bagi nasabah.
Kesalahan Persepsi Seputar Asuransi Kesehatan
- Dianggap Tabungan atau Investasi
Kesalahan pertama yang kerap dilakukan oleh nasabah asuransi kesehatan adalah menganggapnya sebagai tabungan ataupun investasi. Padahal, pada dasarnya investasi adalah sarana untuk memberi perlindungan yang mampu meminimalkan risiko kerugian fatal secara finansial terhadap masalah kesehatan yang mungkin terjadi di masa depan. Proteksi tersebut terdiri atas premi yang wajib dibayar secara rutin oleh nasabah guna mendapatkan manfaat perlindungan sesuai ketentuan pada polis.
- Tak Memahami Jenis dan Cakupan Proteksinya
Produk asuransi memiliki beragam jenis dengan cakupan proteksi yang berbeda. Sesuai namanya, asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang menjamin perlindungan terhadap risiko menanggung besarnya biaya rumah sakit saat terserang penyakit. Manfaat asuransi ini tentu berbeda dengan asuransi jiwa, mobil, ataupun properti dan perlu dipilih dengan menyesuaikan kebutuhannya.
- Asal Punya Asuransi
Kesalahan lainnya, jangan sekadar memiliki proteksi asuransi kesehatan tanpa memperhatikan cakupan manfaat yang diberikannya. Dengan kondisi yang berbeda, setiap orang tentu memiliki kebutuhan yang berbeda akan manfaat dari produk asuransi ini. Idealnya, hanya ajukan asuransi dengan manfaat perlindungan pada polis yang mampu memenuhi kebutuhan diri bersama keluarga, dan biaya premi yang terjangkau.
Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan Sesuai Kebutuhan
Tergantung dari fase kehidupan seseorang, asuransi kesehatan mampu memberikan manfaat perlindungan yang berbeda. Misalnya, jika masih hidup melajang dan usia muda, asuransi kesehatan bisa diajukan dengan biaya premi yang jauh lebih terjangkau. Alasannya karena risiko masalah kesehatan yang mungkin terjadi umumnya masih sangat kecil dan tak terlalu mengkhawatirkan pihak perusahaan asuransi.
Sementara jika sudah menikah dan berumah tangga, usahakan untuk memilih produk asuransi kesehatan yang mampu memberi manfaat perlindungan terhadap seluruh anggota keluarga sekaligus. Jika masih belum memiliki anak, artinya cakupan proteksi asuransi hanya perlu berlaku pada diri Anda bersama pasangan saja.
Sedangkan jika sudah mempunyai anak, pastikan jika pihak tertanggung dari asuransi kesehatan juga termasuk pasangan dan anak. Biasanya, tergantung dari kebijakan penyedia asuransi, manfaat perlindungannya dapat berlaku hingga maksimal 3 orang anak.
Dalam kondisi ini, selain memastikan proteksi dari asuransi kesehatan, Anda juga perlu menyiapkan perlindungan dari asuransi jiwa. Terlebih jika berstatus sebagai tulang punggung keluarga, proteksi dari asuransi jiwa ini sama sekali tak boleh dilewatkan bersamaan dengan asuransi kesehatan. Hal tersebut penting untuk dilakukan demi menjamin keberlangsungan hidup Anda bersama keluarga dengan lebih aman dan nyaman.
Lalu, ada pula fase terakhir kehidupan yaitu saat sudah lanjut usia dan memasuki masa pensiun. Dalam fase kehidupan ini, tubuh yang tak lagi bugar tentu lebih berisiko terkena penyakit. Biasanya, jika sudah lama mengajukan asuransi kesehatan, biaya premi yang dibebankan akan tetap sama dan masih terbilang terjangkau.
Tapi, jika baru mengajukan asuransi kesehatan di usia senja, Anda harus bersiap untuk membayar biaya premi yang jauh lebih mahal dibanding biasanya. Hal ini dikarenakan risiko yang ditanggung oleh pihak penyedia asuransi kesehatan juga jauh lebih tinggi dibanding para nasabahnya yang lebih muda. Bahkan, tergantung dari ketentuan yang berlaku, pengajuan asuransi kesehatan dari calon nasabah berusia senja umumnya akan ditolak karena dianggap terlalu berisiko.
Jangan Tunggu Terlambat dan Ajukan Asuransi Kesehatan Secepat Mungkin
Setelah memahami kesalahan persepsi seputar asuransi kesehatan di atas dan pentingnya memiliki proteksinya, Anda tentu perlu melindungi diri dan mengajukan produk asuransi tersebut sesegera mungkin. Yang terpenting, sesuaikan manfaat perlindungan yang diberikan asuransi kesehatan ini dengan kebutuhan, termasuk besaran preminya agar tak terlalu membebani keuangan. Dengan begitu, manfaat asuransi kesehatan bisa didapatkan secara optimal sebelum masalah kesehatan lebih dulu menyerang. (ila)
Editor : Reren Indranila