KULON PROGO - Jelang libur sekolah, Pemkab Kulon Progo terus menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Hal ini untuk mencegah potensi kasus kenakalan remaja selama libur dari aktivitas belajar.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, upaya pencegahan kenakalan remaja terus dilakukan. Caranya dengan sosialisasi yang menjangkau siswa secara langsung. Hal ini tercermin pada kegiatan, Upacara Bendera di SMKN 2 Pengasih, Senin (15/6).
"Kami ingin anak-anak Kulon Progo menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak," ucap Agung, Senin (15/6).
Agung berharap, generasi penerus di Bumi Binangun terus menimba ilmu secara fokus. Tujuannya, agar generasi penerus mampu meneruskan tonggak estafet kepemimpinan selanjutnya. Untuk menjadi penerus, anak-anak memerlukan kecerdaaan dan memiliki modal akhlak.
Di tengah era globalisasi, kenakalan remaja menjadi penghambatan perkembangan remaja. Kenakalan remaja biasanya diawali dengan ajakan teman untuk perbuatan negatif. Misalnya tawuran, hingga aksi lain. Kondisi ini membuat remaja kehilangan kesempatan belajar yang optimal.
Baca Juga: Prediksi Skor Belgia vs Mesir Piala Dunia 2026 Selasa 16 Juni Kick Off 02.00 WIB, Siapa Pemenangnya?
Padahal orangtua remaja memberikan kesempatan menempuh pendidikan agar anaknya dapat memperbesar peluang untul sukse. Alhasil, saat terjerumus tindakan negatif, siswa kehilangan peluang untuk sukses
"Jangan sampai harapan orangtua pupus, karena tindakan provokatif teman," ungkapnya.
Agung menegaskan, pelajar harus membentengi diri dari tindakan ngatif. Dari sisi lain, pemerintah mengupayakan tindakan pencegahan. Pihaknya menggencarkan sosialiasasi khususnya sebelum musim libur sekolah. Lantaran, potensi kenakalan remaja selama libur sekolah akan mengalami kenaikan. Mengingat, pelajar tak memiliki aktivitas lain selain belajar.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Pengasih Yulianto menyambut baik sosialisai dari pemkab. Untuk mencegah tindakan negatif dari pelajar, pihaknya menyiapkan program pendampingan dan bimbingan.
"Pendampingan dilakukan guru kelas atau guru BK," ungkapnya.
Sekolah yang mendidik ribuan siswa ini, berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan ke pelajar. Lantaran, visi sekolah tak hanya tentang ilmu pengetahuan tapi akhlak dari siswa mereka. Pembinaan dan bimbingan dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar ataupun kosultasi dengan guru konseling. (gas)
Editor : Bahana.