KULON PROGO - Hujan deras berdampak pada rusaknya bangunan milik warga Padukuhan Sebatang, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kulon Progo Senin (11/11) malam. Rumah miliki pasangan Minto dan Surahmi ambles dan terbelah, usai dinding penahan tanah atau bangketan, mengalami longsor.
"Waktu itu terdengar bunyi brakkk cukup keras, dan bada saya terasa seperti ditarik," ucap Surohmi, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya yang rusak, Selasa (12/11).
Pasangan suami istri 58 tahun itu mengisahkan, longsor terjadi sekitar pukul 19.00. Saat itu, Rohmi berada di dapur, sedangkan suaminya mengaji di dekat lokasi longsor.
Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah samping rumah, yang berdekatan dengan jalan. Tubuh tua mereka seakan ditarik sesuatu, sontak keduanya langsung berpindah ke lokasi aman di ruang tamu.
Awalnya, Rohmi menganggap suara keras berasal dari pohon tumbang. Setelah hujan mereda, Rohmi memberanikan diri melihat dari jendela dapur. Berbekal senter, dirinya menemukan bangketan disamping rumah telah jebol dan longsor.
Sontak dirinya mengecek ke arah sumber longsor. Kamar yang biasanya digunakan untuk beristirahat ternyata sudah dalam kondisi ambles. "Untungnya tidak di kamar," ucapnya.
Rohmi menyatakan, sebelum longsor memang terjadi hujan lebat. Air hujan bak disiramkan ke wilayah Hargorejo, yang membuat dinding penahan tanah yang menahan bangunan rumah Rohmi ambrol.
Kerusakan rumah berupa ambrolnya dinding, serta struktur rumah utama dan kamar terpisah. Lantaran, struktur kamar ikut amblas terdampak ambrolnya bangketan. Dinding dan lantai juga mengalami rusak parah jebol.
Barang yang terleetak di dekat longsor juga tertimbun longsor, beberapa juga telah diamankan. "Ikhlas kalau dibongkar untuk perbaikan talut, yang penting aman dan ada perbaikan supaya tidak longsor," ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi mengaku langsung mendatangi lokasi dan memberikan bantuan. Untuk menanggulangi longsor susulan, pihaknya memasangi terpal agar air tak menggerus tanah.
BPBD Kulon Progo tak bisa berbuat banyak dalam menanggulangi kejadian longsor di rumah Rohmi. Lantaran, tanggul yang longsor merupakan miliki pemerintah provinsi. Status jalan yang tertimbun longsoran tanggul juga milik provinsi. Pihaknya hanya mengabarakan atas kejadian longsor, dan memberikan bantuan sementara. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo