RADAR JOGJA - Kebakaran terjadi di dua titik wilayah Kulon Progo Rabu (7/8). Masing-masing berada di Padukuhan Derwolo, Pengasih pada dini hari. Tak sampai 12 jam berselang, kebakaran lainnya terjadi di Padukuhan Gunung Gempal, Giripeni, Wates.
Kasihumas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti menjelaskan, kebakaran di Pengasih menimpa rumah lansia Udiprawiro, 80. Kejadian kebakaran awalnya diketahui cucu korban sekitar pukul 02.15.
Cucu korban yang tinggal bersama, awalnya terbangun dari tidur akibat mendengar suara percikan api. Dia pun mengecek lokasi suara tersebut, dan meilhat bagian belakang rumah telah dilalap api.
Melihat kondisi api yang semakin membesar, cucu korban bergegas membangunkan neneknya untuk keluar dari rumah. Selama keluar dari rumah, keduanya sempat meminta tolong dengan cara berteriak.
Teriakan minta tolong dari korban membuat tetangganya bergegas ke lokasi rumah terbakar. Dengan alat sedanya tetangga kprban mulai memadamkan api, dan disambut pertolongan dari warga sekitar rumah. "Dari keluarga korban ada yang berinisiatif untuk menelfon Damkar Kulon Progo sekitar 20 menit setelah kejadian," ujarnya saat dikonfirmasi.
Damkar Kulon Progo langsung mendatangi TKP tak selang lama setelah mendapat laporan. Dengan bantuan empat unit mobil pemadam, api berhasil dipadamkan dan tak merembet ke area lain. Berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran dapat terjadi akibat adanya korsleting arus listrik di bagian belakang rumah korban. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Sementara itu, kebakaran kedua tertjadi di lahan milik Kalurahan Giripeni dan Balai Besar Veternier. Akibat warga yang membakar sampah secara sengaja. Karena tak diawasi, api merambat. "Awalnya ada warga yang membakar sisa sampah hasil kerja bakti,"ucap saksi mata Sutrisno saat ditemui di lokasi.
Sutrisno menyampaikan, dirinya sempat melihat warga membakar sampah. Namun, tak selang lama tiba-tiba api justru membesar, kejadian itu berkisar pukul 11.30. Kebakaran melalap sebagian lahan yang dipenuhi daun kering dan tanaman jati. Membuat api semakin membesar.
Terlebih saat itu, angin besar melanda membuat api semakin berkobar hingga 15 meter. Karena membakar pohon jati yang kering. Melihat itu, dia dan masyarakat lain langsung menghubungi Damkar Kulon Progo untuk melakukan pemadaman.
"Sekitar dua hekatare lahan yang terbakar, masih ada abunya dan pohon terbakar," ujarnya.
Sementara itu, Kordinator Personel Damkar Kulon Progo Purwaka menyampaikan, ketika mendapat laporan pihaknya tak butuh lama mencapai lokasi. Pihaknya langsung memadamkan kebakaran dengan menerjunkan dua mobil pemadam, dan dua mobil tanki. Sedangkan untuk memadamkan pihaknya menerjunkan 10 personel.
Menurutnya, tak ada kendala dalam memadamkan api di lahan kering ini. Namun, dirinya mengaku api cepat merambat, membuat pihaknya harus berhati-hati dan mempercepat pemadaman. Lantaran saai itu, kondisi angin cukup kencang membuat api semakin membesar. "Lahan kering jadi masyarakat harus berhati-hati, terutama saat membakar sampah," ucapnya.
Purwaka menghimbau, pada musim kemarau lahan kering cenderung berpotensi terbakar. Lantaran kelalaian masyarakat yang sedang membakar sampah. Sehingga masyarakat yang membakar sampah diharapkan dapat memutus kobaran api, maupun mengupayakan agar api tak merambat ke tempat lain. (gas/eno)