HENDRI UTOMO, Kulonprogo, Radar Jogja
Tidak hanya merakit joran baru, Maya Yudha juga banyak menerima jasa perbaikan joran rusak. Sejak pandemi Covid-19 merebak, pecinta mancing semakin banyak, mancing untuk refreshing, melepas suntuk. “Pecinta mancing lokal Kulonprogo kemudian banyak yang pesan joran atau memperbaiki joran yang rusak ke sini," ucapnya, kemarin (5/7).
Dia mengaku lebih dari sepuluh tahun berkecimpung di dunia pancing. Tepatnya sejak medio 2011. Usahanya berangkat dari kesukaannya memancing. Kemudian mencoba membikin pancing sendiri. Mencari bahan yang murah. Semua dipelajari secara otodidak.
Usaha kerasnya itu akhirnya menjadi profesi, membuka toko pancing sekaligus membesut (membuat) pancing untuk dijual. Seiring perjalanan waktu, semakin banyak yang tahu dan banyak teman. Terutama komunitas mancing yang datang. "Dulu pernah membantu membuat besutan pancing salah satu toko pancing terkenal di kota Jogja. Kemudian buka sendiri di rumah," ucap Maya Yudha yang lebih akrab disapa Om Paidi ini. Dijelaskan, bicara prospek menjadi rod builder cukup lumayan menjanjikan. Kendati membesut joran lebih mirip seperti pekerjaan seniman. Butuh ketelatenan dan ketelitian untuk menghasilkan produk yang bagus dan awet.
"Bahan baku kebanyakan saya ambil dari produsen besar di Jogja dan Batam. Kami menjanjikan produk yang bagus, jadi bahan baku seperti resin kami gunakan yang paling baik, termasuk benang, ring guide juga pakai fuji yang tahan korosi," jelasnya.
Pelanggan tidak hanya dari lokal Kulonprogo, tetapi juga dari luar daerah, seperti dari Sleman, Bantul, Gunungkidul, Purworejo (Jateng) juga dari luar Jawa seperti Timor Leste, Kalimantan dan Sumatera.
Kisaran harga untuk joran rakitan bahan karbon berkisar antara Rp 250 ribu per joran hingga Rp 4.5 juta per joran, tergantung bahan dan tingkat kerumitan pengerjaan. Sementara untuk perbaikan (service) satu joran full mulai dari angka Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu per joran.
Menerima juga custom joran tegek biasa menjadi joran tegek kolong. Perbaikan kerusakan kecil-kecil seperti ganti satu kolongan cukup Rp 10 ribu, semua tergantung permintaan. "Bicara omset dalam sebulan bisa mencapai Rp 4 juta - Rp 6 juta pendapatan bersih," ucapnya.
Salah satu pelanggan, Aan Pancing Congot, warga Jangkaran, Kapanewon Temon mengungkaan, sudah menjadi pelanggan cukup lama. Jauh waktu sebelum pandemi Covid-19 pada desarian 2015. Kebetulan dirinya juga pengusaha toko pancing. "Saya senang dengan garapan Om Paidi. Besutannya rapi dan kuat. Pelanggan toko pancing saya banyak yang mengaku puas," ungkapnya. (din) Editor : Editor Content