RADAR JOGJA - Meskipun terlihat sederhana, banyak orang yang belum mengetahui bahwa kesalahan saat memasang alat ukur tekanan darah dapat menimbulkan risiko berbahaya bagi pasien.
Tekanan darah adalah salah satu penanda utama untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan fungsi jantung dan sistem pembuluh darah.
Apabila pengukuran tidak dilakukan dengan benar, dapat menyesatkan dan prosedurnya dilakukan secara keliru.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah pemakaian manset yang terlalu longgar atau terlalu sempit.
Jika ukuran manset tidak sesuai, dapat membuat hasil tekanan darah tidak akurat.
Baca Juga: Mengenal Abdi Dalem Lebih Dekat, Antara Pengabdian dan Modernitas
Situasi ini umumnya dijumpai di layanan kesehatan yang menggunakan alat tanpa menyesuaikannya dengan ukuran lengan pasien.
Kesalahan berikutnya yaitu memasang manset langsung tanpa menggulung lengan pakaian.
Hal ini sering terjadi karena dianggap lebih praktis, namun faktanya lapisan kain dapat menghambat aliran darah yang menyebabkan alat tensi membaca angka yang keliru.
Kebiasaan ini cukup berisiko, terutama bagi pasien dengan masalah jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, posisi lengan pasien yang tidak sejajar dengan jantung juga merupakan kesalahan yang kerap terjadi. Saat tubuh berada dalam posisi yang tidak sesuai, aliran dara dapat terganggu dan menyebabkan angka tensi terbaca jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Asrama Berbasis Hotel Siap Sambut Calon Jamaah Haji Kloter Pertama Kulon Progo
Kondisi ini akan muncul ketika pengukuran tekanan darah dilakukan ketika pasien selesai beraktivitas seperti berjalan, mengobrol, atau ketika pasien merasa cemas.
Kelalaian tersebut dapat mengakibatkan risiko dalam keputusan pengobatan.
Pasien bisa saja diberi obat antihipertensi yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan justru dapat menimbulkan dampak negatif lainnya dalam tubuh, terutama pada pasien dengan kondisi sensitif.
Maka dari itu, penting bagi tenaga medis untuk menguasai teknik pengukuran tekanan darah dengan benar.
Ketelitian dalam prosedur ini bukan sekadar formalitas teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien sebagai prioritas tertinggi.
Editor : Meitika Candra Lantiva